Demi Kenyamanan, Dinas PUPR DIY Adakan Sosialisasi Pembangunan Saluran IPA

Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan D.I. Yogyakarta adakan sosialisasi Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA), Rabu (13/1/2021). Acara yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman ini dihadiri Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan, Lurah Margodadi, BPD, LPMD, Dukuh, dan Tokoh Masyarakat Margodadi dengan didampingi oleh Babinsa dan Babinkantibmas.

Subandi, Lurah Margodadi dalam sambutannya menjelaskan mengenai rencana pembangunan IPA di Kalurahan Margodadi. Ia juga meminta persetujuan para undangan atas rencana pembangunan tersebut “Semoga bermanfaat untuk masyarakat Margodadi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan perwakilan Satker Pelaksana Prasarana Permukiman DIY memaparkan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Regional Kartomantul Tahap II, yang jalur pipanya akan melalui wilayah Margodadi sepanjang 4.800 meter. Pekerjaan ini nantinya akan melalui 4 padukuhan, yaitu Padukuhan Pendekan (P.0 s/d P.20), Padukuhan Kurahan (P.20 s/d P.54), Padukuhan Gendengan (P.54 s/d P.65), dan Padukuhan Tegalweru (P.65 s/d P.96).

Iwan menjelaskan, tahapan pembangunan tahap II yang bersumber dari air Sungai Progo ini akan segera dilakukan. “Akan segera dilakukan pengukuran, pemotongan dan pembongkaran aspal, pekerjaan galian tanah, pemasangan pipa atau aksesoris, penimbunan sirtu atau pemadatan dan pengembalian aspal,” terang Iwan.

Hal ini didukung oleh pernyataan Sudarsono, Kontraktor Adhi Karya sebagai pihak pembangun, bahwa pekerjaan ini akan dimulai pada Januari 2021 dan berakhir pada tahun 2022. “Dengan masa pemeliharaannya selama satu tahun,” tambahnya.

Sementara itu Siti Baroroh, Kepala Jawatan Kemakmuran Seyegan berharap bahwa pembangunan IPA ini hendaknya tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan akses jalan. “Mengingat jalur pipa sendiri akan melalui jalan yang relatif sempit baik jalan dusun maupun jalan kabupaten,“ terangnya.

Sehingga menurut Siti, butuh sosialisasi yang maksimal agar masyarakat dapat memahami proses pembangunan ini.

“Maka tugas Dukuh untuk sosialisasi kepada warga, untuk mengeliminasi benturan masyarakat dengan pekerjaan IPA yang akan dikerjakan,” tutup Siti. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts