Desa Wisata Gabugan Tawarkan Wisata Alam Pedesaan

Sleman – Desa Wisata Gabugan adalah sebuah wisata pedesaan yang terletak di Kecamatan Turi Sleman di bawah kaki Gunung Merapi dengan nuansa kehidupan masyarakat desa yang masih kental menjunjung nilai tradisi masyarakat Jawa.

Desa wisata Gabugan memberikan suasana rekreasi yang berbeda dari wisata pada umumnya, sehingga pengunjung benar-benar merasakan kehidupan di alam pedesaan yang nyaman, sejuk, panorama alam pegunungan dan berbaur dengan kegiatan masyarakat sehari-hari.

“Desa wisata Gabugan terletak di antara obyek wisata Borobudur dan Prambanan, dari pusat Kota Jogja sekitar 17 km ke arah utara atau ke arah agro wisata Salak Turi. Dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 40 menit perjalanan dari pusat kota,” kata Sujatmiko Tri Atmojo, Ketua Pengurus Desa Wisata Gabugan Turi Sleman, Rabu (23/4).

Menurut Sujatmiko, ada beberapa fasilitas di Desa Wisata Gabugan di antaranya, Pendopo, yaitu bangunan dengan arsitektur Jawa berbentuk Joglo Sinom, memiliki daya tampung 150 orang. Bangunan tersebut sering digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat, dapat juga digunakan sebagai tempat meeting, pertemuan keluarga, gathering perusahaan, hajatan maupun acara-acara yang lain.

Tersedia pula sekitar 60 rumah/homestay (penginapan) sebagai alternatif akomodasi saat liburan, dengan daya tampung 250 hingga 300 orang.  Di sini wisatawan dapat berbaur dengan masyarakat.

Ada pula perkebunan salak, yang merupakan wahana belajar bagi pengunjung untuk lebih mengenal berbagai jenis salak dan cara budidayanya. Salak Gading Ayu merupakan salak varietas lokal asli Desa Wisata Gabugan yang pada masa lalu digunakan sebagai buah pisowanan bagi raja.

Potensi lainnya di Desa Wisata Gabugan adalah pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya. Bidang pertanian, kegiatan ini sangat cocok sebagai wisata studi, dimana pengunjung akan berkenalan langsung dengan alam untuk mempelajari cara bercocok tanam mulai dari pengolahan lahan, pemanfaatan lahan sampai dengan pemetikan hasil pertanian.

“Untuk perikanan, sangat pas bagi Anda yang jenuh dengan aktifitas sehari-hari. Memancing, menangkap ikan, menikmati hasil tangkapan adalah paket yang kami tawarkan,” kata Sujatmiko.

Di Desa Wisata Gabungan ada peternakan, dengan mengenalkan jiwa wirausaha beternak puyuh.  Di sini diperkenalkan mulai dari pembibitan, pemeliharaan, pemasaran dan pemanfaat limbah ternak.

Berbagai kesenian dan ketrampilan yang masih dilestarikan masyarakat desa, yaitu karawitan, jathilan, dolanan anak, membatik, janur dan handy craft (miniatur pohon salak). Pengunjung dapat berinteraksi langsung untuk mempelajari berbagai kegiatan tersebut.

Kegiatan tracking atau lintas desa bisa untuk menikmati suasana alam pedesaan dengan dipandu oleh pemandu lokal menelusuri perkampungan, areal persawahan dan kebun, sungai dengan durasi 1 sampai 1,5 jam.

Kuliner (makanan dan ninuman tradisional), menyuguhkan berbagai macam makanan tradisional thiwul, slondok, mangut lele, sego megono dan berbagai olahan salak diantaranya dodol salak, keripik salak, manisan salak, dan wedang salak.

Masyarakat Gabugan masih menjunjung tinggi adat tradisi para leluhurnya dengan berbagai kegiatan yang masih tetap dilestarikan. Merti bumi (dua tahun sekali), Kenduri (hari-hari besar), Nyadran (bulan ruwah), Wiwit (memulai panen), Mitoni (tujuh bulan kehamilan pertama), Selapanan (bayi usia 35 hari), Midodaren (malam pernikahan), dan Tahlil.

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, tersedia taman bacaan masyarakat (perpustakaan), pendidikan anak usia dini (PAUD) dan posyandu bagi balita setiap bulan.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts