Desa Wisata Nawung Menggelar Seni Tradisional

Sleman – Desa Wisata Nawung Gayamharjo Prambanan dengan unggulan sungai Gedung Nganten, menggelar seni tradisional potensi masyarakat setempat, Senin (26/5).

Seni tradisional yang dipentaskan meliputi kesenian Srandul, kesenian Jathilan, sholawat, dan diakhiri dengan prosesi merti dusun, yakni kenduri dan kirab 5 buah gunungan wulu wetu masyarkat Nawung meliputi pisang, kacang tanah, kacang panjang terong, garut, ketela dan lainnya.

Menurut Wakidi, selaku pengelola desa wisata Nawung, kegiatan ini dilakukan untuk menarik wisatawan dan untuk melestarikan kesenian tradisional khususnya Srandul agar dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Ditambahkan Wakidi, sebagai desa wisata, Desa Nawung secara resmi mulai sejak tahun 2009 dengan salah satu unggulan desa wisata ini yakni menyusuri sungai Kedung Nganten, atau dikenal dengan nama Dewi Kangen sepanjang 1,5 kilometer.

Menurut cerita warga setempat, di zaman dahulu Kedung Nganten merupakan tempat mempertemukan pasangan temanten sebagai suami-istri yang sah yang dilakukan seorang dukun.

Selain Sungai Kedung Nganten, juga terdapat Kedung Dukun, Kedung Pasangan, Kedung Ngaron, Kedung Kendil dan Kedung Dowo dan jembatan gantung yang menarik untuk wista tracking.

Nawung berada di Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan dengan jarak sekitar 25 kilometer dari kota Sleman. Meski Nawung belum berkembang, namun mulai dikenal wisatawan domestik dan mancanegara. “Wisatawan mancanegara yang telah mengunjungi Kedung Nganten di antaranya dari Jerman, Belgia, dan Turki,” katanya.

Wakidi berharap untuk lelbih menarik kedatangan wisatawan agar jalan Kabupaten yang saat ini kondisinya rusak sepanjang 4 km dapat segera diperbaiki untuk kenyamanan mengingat medan jalan yang naik turun dan berkelok-kelok sehingga membahayakan pengguna jalan bila tidak hati-hati dalam berkendara.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts