Diskusi Analisis Media Sosial Bersama BPSDMP Kominfo Yogyakarta

Yogyakarta – Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta menyelenggarakan acara ngobrol bareng tentang analisis media sosial secara daring menggunakan media Zoom Cloud Meeting dan Instagram Live, Jumat (10/9/2021) sore yang diikuti sebanyak 15 sobat balai.

Kegiatan bertajuk B-SMART#2 “Kenalan Yuk dengan Analisis Media Sosial” ini dipandu oleh Vieka Aprilya Intanny dengan menghadirkan narasumber Peneliti Komunikasi dan Media BPSDMP Kominfo Yogyakarta sekaligus Analis Media Sosial, Novian Anata Putra.

Dalam perbincangannya, Novian menjelaskan bahwa analisis terhadap media sosial merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan dengan seni sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan kehumasan, bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM), maupun dibidang konten kreator.

“Di dalam media sosial banyak sekali data yang masih bersifat acak-acakan. Karenanya, diperlukan seorang analis media sosial untuk menata data yang tidak beraturan tersebut agar terstuktur dan bisa dibaca sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan keperluannya,” jelasnya.

Vian menambahkan bahwa ada tiga analisis media sosial menurut jenisnya, yakni Conten Traking yang mengukur tingkat keberhasilan atau performa akun media sosial, Social Listening yang bisa mendengarkan opini publik, serta Influencer Inside yang dapat memetakan influencer yang bermain di media sosial.

Dalam menganalisis media sosial diperlukan alat bantu atau Tools untuk mempermudah penyusunan data awal, diantaranya Brand 24 yang dapat memonitoring kata kunci di media sosial dan membantu pelaku bisnis memonitor pelanggannya, Netlitic untuk menganalisa jaringan, serta Voyant untuk menganalisa teks atau kata-kata yang tren digunakan oleh masyarakat.

“Adapun tahapan analisa yang lengkap adalah identifikasi, ekstraksi, cleaning, analisis, visualisasi, dan interpretasi. Sebagai analis media sosial tidak semata-mata menguasai Tools saja, namun yang paling penting adalah bisa membaca data yang sudah terstruktur dan melakukan penggambaran data sekaligus memprediksi secara kualitatif terhadap media sosial. Disinilah memerlukan keterampilan atau seni seorang analis,” pungkas Vian. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts