Disperindagkop Dukung Tindakan Satpol PP yang Laporkan Toko Modern Bandel

Sleman – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman, Drs Pustopo menyatakan dukungannya terhadap langkah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman yang melaporkan toko modern yang bandel atau nekad membuka toko setelah toko disegel karena melanggar Perda.

Diakui Pustopo, pihaknya memang yang mengeluarkan SK penutupan toko modern yang melanggar Perda No. 18/2012 tentang pendirian toko modern. Namun kalau toko modern yang  ditutup itu bandel nekad buka sudah merupakan pelanggaran dan masuk ranah hukum karena sudah membuka segel. Karena itu Pustopo mendukung langkah Satpol PP untuk mengkoordinasikan dengan Polres Sleman agar diproses secara hukum.

Dikatakan Pustopo, Pemkab tidak bisa memberikan sanksi sosial dengan tidak mungkin memblacklis toko modern.

“Aturan main sudah pendirian toko modern sudah ada dari pemda sehingga untuk mengijinkannya harus sesuai dengan aturan yang sudah dibuat,” tutur Pustopo.

Soal penertiban toko modern ini ditambahkan Pustopo sudah ada acuannya termasuk penertibannya yang diatur dengan Perda tersebut.

“Sepanjang syarat terpenuhi tentu Pemda akan memberikan izin bagi toko modern,” katanya.

Jadi lanjut Pustopo, salah sendiri kalau toko modern buka tetapi tidak melengkapi izinnya kemudian ditutup paksa oleh Satpol PP. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya harus melengkapi persyaratan lokasi sosial, tata ruang, kuotanya, jaraknya dan lainnya.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Satpol PP menutup paksa 7 toko modern diwilayah Depok  yang melanggar aturan. Namun dari 7 toko modern tersebut ada tiga toko yang nekad buka kembali setelah disegel. Atas kejadian tersebut Satpol PP sudah melaporkan ke pihak yang berwajib.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts