DLH Sleman Apresiasi Pengelolaan Sampah yang Dilakukan JPSM Sehati

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Junaidi mengapresiasi Jaringan Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman dalam melakukan pengelolaan sampah di daerah Sleman. Hal tersebut disampaikan oleh Junaidi pada pertemuan rutin JPSM Sehati pada Selasa (8/6/2021) bertempat di TPS3R Brama Muda, Dayakan, Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Junaidi menyebutkan bahwa JPSM Sehati termasuk salah satu JPSM yang terhitung aktif jika dibandingkan dengan JPSM di daerah lain.

“Peran JPSM Sehati sangat besar dalam mengelola sampah karena sudah terbentuk kepengurusan yang solid dengan membentuk Korwil dan Korcam,” ungkap Junaidi.

Menurut Junaidi, program-program yang diinisiasi oleh JPSM Sehati seperti Bank Sampah, Sedekah Sampah, dan TPS3R memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan Sleman Bebas Sampah pada tahun 2025.

“Semoga kemitraan yang terjalin dalam berjalan lebih baik lagi,” ujar Junaidi.

Hijrah Purnama, Ketua JPSM Sehati menyampaikan bahwa JPSM Sehati selalu berusaha untuk meningkatkan fungsi koordinasi dan komunikasi terhadap kebutuhan dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan Pemerintah. Hal tersebut kata Hijrah harus dilakukan sebagai antisipasi kondisi DIY yang sekarang termasuk kategori darurat sampah.

“Di sinilah peran Bank Sampah, Sedekah Sampah, dan TPS3R berkontribusi dalam membantu pengelolaan sampah, dengan mengelimir jumlah sampah residu yang dibuang ke TPST,” terang Hijrah.

Pada pertemuan juga diadakan paparan dari Yudho Indarjo dan Martha, perwakilan PT Wahana Anugerah Energi yang lebih dikenal sebagai Layanan Rakyat Peduli Lingkungan (Rapel), yaitu layanan penjemputan sampah melalui aplikasi telepon seluler.

Yudho Indarjo menyebutkan baha Layanan Rape saat ini telah memiliki 195 mitra yang tersebar di beberapa kota.

“Rapel juga sudah mengembangkan layanan dari jemput sampah rumah tangga ke jemput sampah industri dan bidang usaha lainnya seperti cafe, hotel, kantor pemerintah, sekolah, toko bahkan dengan Bank Sampah,” jelasnya.

Rapel sendiri kata Yudho mengkhususkan layanan para penjemputan sampah anorganik, dan berusaha untuk dapat membeli semua jenis sampah anorganik yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Untuk itu Rapel berusaha untuk bekerja sama dengan produsen untuk bisa menerima kembali kemasan bekas pakai yang dihasilkan oleh konsumen,” tutur Yudho.

Yudho berharap kedepannya semakin banyak jenis sampah yang bisa tertangani dengan pendekatan yang bersifat edukatif kepada perusahaan.

Sementara itu, Martha menyampaikan bahwa ada beberapa jenis sampah yang belum bisa tertangani oleh Layanan Rapel, seperti sampah B3 dan infeksius.

“Kedepannya ada solusi untuk penanganan jenis sampah tersebut. Hal ini dirasa sangat mendesak mengingat ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penanganan sampah jenis ini,” jelas Martha. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts