Dorong Diseminasi Informasi, Depok Regenerasi Pengurus KIM

Guna mendorong penyebaran (diseminasi) informasi, Kapanewon Depok meregenarasi pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Regenerasi dilakukan bersamaan dengan sosialisasi dan pembinaan KIM, Selasa (30/3/201) di Gedung Pertemuan Anglocita Tama Kapanewon Depok, Sleman.

Umarjaka terpilih melalui musyawarah menggantikan Sudiyono menjadi Ketua KIM periode 2021-2024 bersama 18 orang lainnya dari berbagai unsur seperti Pengurus KIM sebelumnya, Pamong Kalurahan, Staf Pamong, Tim Penggerak PKK Kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Karang Taruna Kalurahan, dan Masyarakat.

Panewu Anom Kapanewon Depok Wakhid Basroni menyampaikan bahwa peran KIM ini diperlukan sebagai mitra Pemerintah dalam menyebarluaskan informasi.

“Kalau dulu ada Jupen, Juru Penerangan, yang digaji resmi oleh negara. Kini ada KIM, yang merupakan relawan informasi,” tutur Wakhid.

Lebih lanjut Wakhid berharap bahwa pengurus baru KIM bisa lebih aktif dan bisa menjadi kader untuk menangkal hoaks, serta bisa mengembangkan pemberdayaan di masyarakat.

Yudiarto Setiawan, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa saat ini sudah terbentuk KIM di 17 Kelompok Kapnewon dan di beberapa Kalurahan di Kabupaten Sleman.

“Rata-rata KIM Kapanewon sudah terbentuk sudah sejak tahun 2006. Sementara untuk KIM Kalurahan ada 23 dari 86 Kalurahan atau sekitar 26,74%,” kata Yudi.

Bentuk nyata kegiatan KIM antara lain bisa menjadi kontributor berita di Media Center Sleman, website kapanewon, website kalurahan, dan Program Pemberdayaan Ekonomi seperti Pasar UMKM Sunmor Sembada, koperasi simpan pinjam, pembuatan iklan layanan masyarakat, dan kader penangkal hoaks. Selain it,u juga KIM berperan dalam melestarikan seni dan budaya melalui kegiatan pertunjukkan rakyat tradisional.

Para anggota KIM yang baru diregenerasi ini kemudian mendapatkan pelatihan menulis artikel berita yang dipandu oleh Agastya Dedy Kusuma, Staf Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman.

“Prinsip jurnalistik yang kita terapkan antara lain judul harus menarik, hindari penulisan tanggal dan tempat acara di awal paragraf. Selain itu setidaknya mengandung 5W+1H,” papar Agas.

Usai mendapatkan pelatihan singkat jurnalistik, para peserta kemudian mempraktikkan langsung penulisan artikel yang kemudian dikoreksi oleh Agas. Melalui pelatihan ini, diharapkan peran KIM lebih meningkat serta bisa menjadi kontributor website di Media Center Sleman, Info Publik, website kapanewon maupun website kalurahan. (KIM Depok/Andri Afriyanto)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts