Dukung Keistimewaan Yogyakarta, Kalurahan Condongcatur Mainkan Gamelan Tiap Kamis Pahing

Depok – Peraturan Gubernur DIY No. 75/2016 Tentang Pakaian Dinas, Penggunaan Pakaian Tradisional Jawa mengharuskan setiap pegawai instansi pemerintah untuk mengenakan pakaian Jawa setiap Kamis Pahing. Untuk mendukung nuansa budaya Jawa tersebut agar lebih terasa kental, gamelan perunggu Kalurahan Condongcatur akan ditabuh oleh para pengrawit dari Paguyuban Karawitan Ngesti Laras Condongcatur yang dimulai pada Kamis (10/6/2021) ini.

“Ngesti Laras diminta Pemerintah Kalurahan Condongcatur untuk rutin setiap Kamis Pahing jam 10.00 – 12.00 WIB memainkan gamelan (menabuh) dengan gending-gending Jawa untuk mendukung keistimewaan Yogyakarta dan melestarikan budaya Jawa,” aku ketua paguyuban, Teguh Subroto.

Paguyuban Karawitan Ngesti Laras sendiri rutin melakukan latihan setiap Jumat malam yang difasilitasi penuh oleh Pemerintah Kalurahan condongcatur.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengemukakan harapannya agar masyarakat dapat lebih mengenal budaya Jawa sehingga seni karawitan mampu bertahan dan disukai generasi muda. “Masyarakat yang sedang mengurus pelayanan atau berada pelayanan di Kantor Kalurahan Condongcatur juga dapat menikmati alunan gending-gending Jawa yang halus dan akan dilayani pamong kalurahan yang secara khusus mengenakan pakaian Jawa jangkep lengkap dengan blangkon dan keris bagi yang pria,” tambah Reno.

Diharapkan penabuhan gamelan dengan memainkan gending-gending Jawa ini dapat menginspirasi kalurahan-kalurahan lainnya dalam mendukung keistimewaan Yogyakarta.

Pemakaian busana Jawa yang dilengkapi penabuhan gamelan di Kalurahan Condongcatur ini akan rutin dilakukan setiap lapan atau 35 hari sekali sesuai penanggalan Jawa. Pemilihan hari Kamis Pahing disesuaikan dengan hari berdirinya Keraton Yogyakarta yang ditandai dengan perpindahan keraton dari Pesanggrahan Ambarketawang ke lokasi keraton yang sekarang. (Wasana/KIM Depok)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts