Ekspos Hasil Monev, KID DIY Berikan Catatan dan Rekomendasi Kepada Sleman

Sleman – Sesuai amanat UU Nomor  14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman mengadakan Ekspos Hasil Monitoring Evaluasi (monev) Keterbukaan Informasi Publik 2019 KID DIY. Acara ini bertujuan untuk menyampaikan hasil monev kepada seluruh PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di Kabupaten Sleman, yang nantinya diharapkan dari hasil monev tersebut dapat dijadikan dasar dalam perbaikan ke depannya dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi publik.

Wakil Ketua KID DIY, Warsono menyampaikan bahwa monev yang baru usai beberapa waktu lalu merupakan hasil kerjasama berbagai pihak di antaranya KID DIY, BPSDMP Yogyakarta, Prodi Komunikasi UGM, dan Universitas Aisyiah Yogyakarta. “Dalam kita menyusun instrumen, dalam menyusun kuesioner dan sebagainya kita melibatkan banyak pihak dengan harapan agar produk yang kita hasilkan itu betul-betul dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis  maupun teknis,” ungkap Warsono.

Monev badan publik se-DIY ini bobot penilaiannya terdiri dari Self Assesment Question (SAQ) 10%, Website 35%, Uji Akses 15%, visitasi 20%, dan presentasi 20%. Dengan aspek penilaiannya adalah aspek menyediakan, melayani, dan mengumumkan.

Untuk tahun ini, prestasi yang diraih Sleman adalah Terbaik I Kategori BUMD (Bank Sleman), Terbaik I Kategori Kecamatan (Kecamatan Depok), Terbaik I Kategori Legislatif (DPRD Sleman), dan Penghargaan Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas Komitmen dan Inovasi dalam Implementasi Keterbukaan Informasi Publik.

Selain itu, perangkat daerah lain yang juga meraih prestasi di tahun ini adalah Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (Terbaik II Kategori OPD), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Terbaik V Kategori OPD), dan PPID Utama Kabupaten Sleman (Terbaik III Kategori PPID Utama).

Suharnanik Listiana, Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi KID DIY menyampaikan bahwa untuk Kabupaten Sleman pada umumnya sudah 100%, namun harus perlu dikembangkan lagi. Suharnanik juga memberikan banyak catatan dan rekomendasi kepada seluruh badan publik yang hadir diantaranya dalam mengisi SAQ seharusnya lebih percaya diri lagi, websitenya perlu lebih dilengkapi lagi, dan dalam memberikan pelayanan harus seimbang antara layanan publik dan layanan informasi. (Rep Anis)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts