Festival Merapi Tampilkan Seni di 3 Panggung Berbeda

Ngaglik – Dalam rangka persiapan Festival Merapi tahun ke-2 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, panitia Festival Merapi menggelar rapat koordinasi, Sabtu (15/12/2018) pukul 09.30 sampai dengan 11.45 WIB di Aula Balai Desa Donoharjo. Rapat dihadiri oleh Agus dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Camat Ngaglik, Kades, Perangkat Desa Donoharjo, serta panitia.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Donoharjo, Hadi Rintoko, menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang peduli dan mendukung kegiatan pengembangan Embung Jetis Suruh, dan berharap agar pertemuan ini bisa menjalin harmoni antar semua pihak yang terlibat.

Adapun Camat Ngaglik, Subagya, dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk menyusun perencanaan dengan sebaik-baiknya, serta mengingatkan bahwa pengelola Embung harus bekerja keras, harus punya inovasi, dan terobosan yang tidak terputus. Food court yang telah dibangun dengan dana Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) juga diharapkan bisa menunjang dan mengembangkan potensi usaha lokal.

Dilanjutkan penjelasan Agus dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman yang mengatakan kali ini adalah tahun ke-2 penyelenggaraan Festival Merapi. Pada tanggal 22 Desember 2018 akan dilaksanakan secara serentak di 3 panggung. Panggung yang pertama di area Tlogo Putri Kaliurang dengan menampilkan Jathilan 30 jam nonstop.

Panggung kedua di area Embung Jetis Suruh menampilkan aneka pentas seni dan budaya masyarakat seperti Jatilan, Angguk, Calung, Hadroh, dan Ketoprak yang dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan 24.00 WIB. Pada jam 12.00 WIB juga akan dilakukan penyerahan hadiah lomba festival film dan peresmian food court dan Embung Jetis Suruh sebagai wahana wisata.

Panggung ketiga akan diselenggarakan di Lapangan Denggung yang menggelar Sendratari Roro Jonggrang.

Pada kesempatan tersebut Agus juga menyampaikan bahwa pada bulan Juli 2019, Embung Jetis Suruh juga akan menjadi tempat transit bagi kegiatan Tour de Merapi yang akan diikuti oleh sekitar 1500 orang dengan tema “Bertamasya dari Embung ke Embung di Kabupaten Sleman”. Pada kesempatan tersebut di Embung Jetis Suruh juga akan ditampilkan satu kesenian rakyat sebagai hiburan. (Endar)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts