FKDM Efektif Deteksi dan Cegah Gangguan Masyarakat

Dalam rangka menggali potensi bahaya, ancaman, dan gangguan terhadap warga masyarakat di setiap kapanewon, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat di Aula Unit 1 Pemerintah Daerah Sleman, Kamis (18/2/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ini dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Hery Sutopo yang menyebutkan bahwa pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 2.12/Kep.KDH/A/2019.

“Forum ini berfungsi untuk menjaring, menampung, mengkoordinasikan, mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya secara dini sehingga dapat memberikan rekomendasi sebagai pertimbangan bagi Bupati mengenai kebijakan tentang kewaspadaan dini masyarakat,” kata Hery.

Rapat kerja yang dihadiri oleh perwakilan pengurus FKDM dari 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman ini dipimpin Ketua FKDM kabupaten Sleman, Saridjan. Selain itu, Raker juga mendatangkan narasumber anggota FKDM dari unsur tokoh agama katholik, Ignas Suryadi yang membahas tentang pentingnya keberadaan FKDM, pengambilan keputusan, deteksi dini atas ancaman, serta beberapa argumentasi ketidakpatuhan kelompok masyarakat terhadap protokol kesehatan penanggulangan wabah COVID-19.

Dalam paparan diskusi implementatifnya, Ignas Suryadi mengungkapkan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para relawan FKDM pada setiap kapanewon dalam mendeteksi ancaman keamanan masyarakat. Menurutnya, pada relawan anggota FKDM harus peka terhadap tanda-tanda zaman, proaktif dengan cara mendengar dan melihat, berpikir positif, tulus, dan waspada. Selain itu, para angggot menurutnya haruh lebih bersifat inklusif dengan memperluas perjumpaan pergaulan, memperbanyak referensi bacaan, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di kehidupan bermasyarakat.

“Walau saat ini kita masih dilanda pandemi COVID-19 tetap perlu melibatkan sebanyak mungkin warga masyarakat guna melakukan deteksi dini untuk menemukan indikasi awal ke arah kemungkinan munculnya ancaman dan perlunya mengidentifikasi adanya dugaan yang dapat menimbulkan gangguan,” ujarnya bersemangat

Ia juga menggarisbawahi mengenai pentingnya tindakan preventif sebelum kejadian berlangsung sehingga ancaman dan gangguan dapat diatasi.

Kegiatan di akhiri dengan penampungan aspirasi dari para pengurus FKDM di setiap kapanewon oleh Ketua FKDM Kabupaten Sleman, Saridjan untuk disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Seman agar ditindaklanjuti. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts