Gamping – Rabu (6/6) pukul 13.00 WIB, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai persiapan Rapat Pleno Data Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Sleman di Ruang Rapat KPU Kabupaten Sleman.

Rakor dipimpin oleh Ketua KPU Ahmad Shidqi didampingi Komisioner KPU Imanda Yulianto, Indah Sri Wulandari, Haryanta dan Aswino Wardhana, serta Sekretaris KPU Djoko Marhaendarto. Turut hadir dalam rakor, Ketua PPK Kecamatan Gamping Adnan Iman Nurtjahjo didampingi anggota PPK Divisi Data Lena Lailasari, serta Ketua dan anggota PPK 16 kecamatan lain.

Dalam rakor Ahmad Shidqi menyampaikan bahwa PPK dan PPS dalam melaksanakan pleno DPHP mengacu pada panduan pleno DPHP yang dikeluarkan oleh KPU Republik Indonesia sesuai dengan Peraturan KPU No. 11 tahun 2018.

Adapun data yang masih perlu dicermati sebelum diputuskan saat pleno yaitu data pemilih yang hak pilihnya dicabut, agar dikosongkan dahulu. Selain itu data pemilih yang hilang ingatan harus disertai dengan surat keterangan dokter. Terakhir, data pemilih dibawah umur harus ditelusuri lagi.

Pencermatan data pemilih perlu dilakukan karena sebagai penyelenggara pemilu tidak diperbolehkan menghilangkan hak pilih seseorang tanpa bukti dokumen yang mendukung. (Adnan Nurtjahjo)

Print Friendly, PDF & Email