Gandeng Puskesmas Pakem, MAN 4 Sleman Berikan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja

Sleman – Setiap orang harus memahami dinamika hubungan antara manusia, terutama kesehatan reproduksi. Sebab, hal tersebut sangat berdampak bagi kelangsungan kehidupan rumah tangga. Hal tersebut yang ditekankan oleh Kepala MAN 4 Sleman, Mohamad Yusuf pada saat pembukaan acara Penyuluhan Kesehatan Reproduksi bagi peserta didik kelas XI, di Laboratorium Agama MAN 4 Sleman, Rabu (27/4/2022).

“Saling mencintai sesuai hasrat naluri kemanusaan harus dilakukan sesuai tata aturan agama masyarakat dan negara. Salah satunya remaja harus memahami kesehatan reproduksi agar ketika sudah menikah bisa menjaga diri dan keluarganya. Sehingga bisa berkeluarga secara sehat jasmani rohani lahir batin.  Maka kesehatan reproduksi harus dipahami sejak dini,” kata Yusuf.

Setiap orang menginginkan sehat jasmasni rohani, sehat menyeluruh. “Keadaan sehat menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, sosial, dan bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan di segala hal terkait dengan sistem reproduksi, fungsi, maupun proses itu sendiri,” tutur Elin Timurti Iranatur Rizqi narasumber dari Puskesmas Kapanewon Pakem Sleman. 

Ia menambahkan bahwa organ reproduksi perempuan relatif lebih komplek dibandingkan dengan organ lelaki sehingga remaja putri harus benar-benar memahami termasuk bagaimana mensikapi dan merawatnya agar tetap sehat, lanjutnya. Baik remaja putra maupun putri harus paham pentingnya Kesehatan reproduksi agar tak terjerumus ke perilaku atau pergaulan menyimpang.

“Melalui penyuluhan ini diharapkan kaum remaja bersikap, tingkah laku dan tanggung jawab terhadap proses reproduksinya sendiri, tidak terjerumus pada perilaku menyimpang. Remaja harus sanggup melakukan tindakan pencegahan, sedini mungkin melakukan tindakan pengobatan bila ada permasalahan dengan sistem, proses, dan fungsi alat reproduksinya,“ lanjut Elin.

Remaja sedang mengalami perubahan dan perkembangan fisik dan pskis yang terkadang tak disadarinya, menumbuhkan hasrat naluriah tertarik lawan jenis hingga terjadinya berpacaran.  

“Pacaran harus sehat psikis, sosial, sosial dan seksual.  Perhatikan dan kenali mitos-mitos yang menyesatkan tentang cinta dan seks. Bertanyalah kepada pihak yang tepat, bila bersinggungan dengan aspek seksualitas. Pilah dan pilih teman pergaulan yang tepat agar tak terjerumus ke permasalahan seks. Di usia muda para remaja harus bisa memastikan bahwa orientasi cinta sebatas sosialisasi dan perkenalan bukan orientasi untuk melakukan aktivitas seksual dini,” kata Elin. (Edy/KIM Moyudan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts