HANI Cegah Narkoba Pada Generasi Muda

Sleman – Peringatan HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) tingkat DIY tahun 2017 ini diselenggarakan secara terpusat di Kabupaten Sleman, tepatnya di Gedung Serbaguna pada Kamis (13/7). 

Hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Kepala Badan Kesbangpol DIY, Agung Supriyono, Kepala BNNP DIY Kombes Pol Mardi Rukmianto, Bupati Sleman, Sri Purnomo, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, dan jajaran OPD se-Provinsi DIY.

Pada peringataan HANI tersebut juga dilakukan pengukuhan dan penyerahan SK kepada Satgas Anti Narkoba dari 6 desa yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Bupati Sleman.

Keenam desa yang dikukuhkan tersebut adalah Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan, Desa Girikerto Kecamatan Turi, Desa Mororejo Kecamatan Tempel, Desa Margorejo Kecamatan Tempel, Desa Trimulyo Kecamatan Sleman, dan Desa Pandowoharjo Kecamatan Sleman.

Sri Purnomo menyadari bahwa peredaran narkoba kini tidak hanya pada lingkup kota tetapi sudah dari desa ke desa.

“Jadi kita minta untuk desa-desa itu siaga, waspada, untuk mengantisipasi makanya dibentuk Satgas Anti Narkotika,” tutur Sri Purnomo.

Kepala BNNP DIY, Kombes Pol Mardi Rukmianto, dalam laporannya menambahkan bahwa berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) UI dan BNN mengenai prevalensi penyalahgunaan narkoba di DIY, terdapat 60.182 orang penyalahguna narkoba atau sebesar 2.27% dari total populasi penduduk di DIY.

Karenanya, hingga saat ini DIY menduduki peringkat kedelapan kedaruratannya se-Indonesia, setelah sebelumnya menduduki peringkat 5 (lima) dalam hal prevalensi penyalahgunaan narkoba.

Dari 60.182 orang penyalahguna narkoba, kepolisian daerah dan BNNP DIY baru mengungkap kurang lebih 594 kasus, sementara yang direhabilitasi baru sekitar 1.088 orang.

“Sehingga masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar, menjadi keprihatinan yang besar, untuk menekan prevalensi penyalahguna narkoba dan peredaran gelapnya,” terang Mardi.

Sementara berdasarkan ringkasan eksekutif hasil survei penelitian terhadap kalangan pelajar dan mahasiswa di 18 provinsi yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Data dan Infomasi(Puslitdatin) UI pada tahun 2016, angka pernah pakai dan setahun pakai penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di DIY berada di urutan pertama mengalahkan DKI Jakarta.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di dalam masyarakat menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dengan korban yang semakin meluas, terutama di kalangan anak-anak, remaja, generasi muda, oknum aparatur sipil negara, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala daerah hingga di lingkungan pesantren.

Mardi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelapnya dengan langkah-langkah strategis.

“Antara lain melalui strategi demand reduction yaitu menekan pasar, dengan cara menggiatkan penggiat-penggiat anti narkoba yang ada di seluruh DIY,” jelas Mardi.

Selain itu, melakukan upaya supply reduction melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkoba jera.

Selanjutnya, BNN Kabupaten Sleman dalam rangkaian peringatan HANI ini telah menggandeng berbagai komunitas mobil untuk konvoi anti narkoba, melaksanakan talkshow angkringan, serta kampanye simpatik sebagai kegiatan pra HANI. Sementara untuk gelaran pasca HANI akan dilaksanakan kegiatan car free day serta pagelaran seni HANI.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts