Imunisasi Merupakan Pencegah Spesifik Penyakit Tertentu

Sleman – Imunisasi merupakan pencegahan spesifik untuk penyakit tertentu yang berbahaya. Sedang Imunisasi adalah melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, untuk menurunkan prevalensi penyakit, dan tujuan akhir adalah untuk menghilangkan penyakit.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Wisnu  Murtiyani MScdihadapan  para kepala Puskesmas se Kabupaten Sleman, para kepala UPT Pendidikan se Kabupaten Sleman di Aula Bappeda Sleman, Selasa (2/8).

Disampaikan Wisnu bahwa penerima imunisasi harus sehat, tridak boleh sedang sakit  sedang atau berat, tidak boleh dalam keadaan akan menjadi sakit kalau diimunisasi, dan berat badan harus diatas 2.000 gram pada bayi prematur ( atau berat badan lahir rendah).

Tata laksana imunisasi itu sendiri harus mengikuti SOP, yaitu Safe Injection : tehnik, aseptik dan dosis yang tepat. Jadual-konta indikasi, coldchain, dan persiapan alat resusitasi.

“Yang jelas prinsip vaksin diberikan pada anak sehat dan tidak boleh dalam kondisi anak  sakit, sehingga efektif untuk menimbulkan kekebalan serta mencegah penyakit,” kata Wisnu. Disamping itu manfaat imunisasi jauh lebih besar daripada resiko. Sedangkan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (P3DI) yang vaksin program adalah TBC berat, Hepatitis B, Dipteri,pertusis (batuk rejan), tetanus, polio, campak, dan Haemofilus influensa tipe B.

Sedang vaksin non program berupa Invansive Pneumococcus Disease (IPD), Diare Rotavirus, Cacar Air,  Parotitis (Gondongen), Rubela (Cacar Jerman), Influaensa, Hepatitis A, Tipus, dan Kanker Rahim.

Sementara efek samping proses imunisasi  yang ringan antara lain demam, rewel, menangis dan kemerahan selama 1-2 hari. Ditambahkan  Wisnu bahwa sampai saat ini di Sleman tidak ditemukan vaksin palsu, dan diharapkan masyarakat tidak perlu kawatir.

Hingga disimpulkan bahwa vaksinasi merupakan program yang sangat penting dan efektif untuk mencegah penyakit infeksi berbahaya yang mengancam nyawa anak. Disamping itu vaksin terbukti aman, efek samping yang mungkin muncul bersifat ringan, dan penting untuk tumbuh kembang anak.

Sementara itu Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan TK dan SD Dikpora Sleman Drs Subardi menambahkan bahwa kegitan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) 2016 akan dimulai  bulan Agustus 2016 dengan pendataan dan pengambilan logistik.

Siswa yang diimunisasi semua siswa SD kelas I , imunisasi yang diberikan Campak selama bulan Agustus-September 2016. Sedang BIAS 2 akan dilakuakan Minggu ke 3 bulan November 2016 dengan sasaran siswa SD kelas 1-3 yaitu kelas I DT, kelas 2 dan 3 TD.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts