Industri Hijau Solusi Kelangsungan Bisnis dan Kelestarian Lingkungan

Dalam rangka penerapan industri hijau yang merupakan salah satu kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah, maka Social Investment Indonesia (SII) berupaya mengembangkan dan menyebarkan peran penting dan strategis serta manfaat investasi sosial, baik bagi perusahaan maupun pemangku kepentingannya dengan menyelenggarakan Social Invesment Roundtable Dicussion (SIRD) #21 yang bertemakan tentang ‘Circular Economy’ secara virtual Zoom Cloud Meeting, Jumat (9/7/2021).

Diskusi secara daring dipandu oleh Managing Partner SII, Fajar Kurniawan yang menghadirkan narasumber Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Achmad Gunawan Widjaksono, Advisor PRAISE, Sinta Kaniawati, dan Ketua Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Dr. Arya Hadi Dharmawan.

Sebagai pemantik diskusi, Fajar Kurniawan menyampaikan bahwa konsep circular economy merupakan solusi keberlanjutan bisnis dan kelestarian lingkungan yang berkontribusi dalam implementasi pola produksi dan konsumsi  berkelanjutan.

“Penerapan industri hijau adalah mengupayakan efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Keberhasilan  penerapan konsep circular economy dapat membantu pembuatan produk dan layanan menggunakan inovasi yang membantu memaksimalkan efisiensi penggunaan sumber daya.” Kata Fajar.

Hal senada dipaparkan oleh Sinta Kaniawati di mana pemanfaatan limbah sebagai sumber daya adalah potensi besar dalam penerapan circular economy. Pemahaman dan penerapan terkait circular economy di dalam suatu sistem ini kata Sinta dapat dilakukan sekaligus untuk mengelola lingkungan hidup dalam sistem yang bersangkutan.

“Penerapan circular economy merupakan  keharusan untuk saat ini dan waktu yang akan datang apalagi di tengah semakin langka  dan semakin mahalnya bahan baku atau sumber daya serta persaingan yang begitu ketat saat ini,” pungkas Shinta.

Turut hadir dalam diskusi tersebut antara lain para akademisi, pegiat sosial kemasyarakatan, birokrat, aktivis lembaga swadaya masyarakat, komunitas yang peduli terhadap lingkungan, serta pegiat informasi yang tergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts