Jadi Daerah Endemis DBD, Camat Depok Minta Warganya Waspada

Sleman – Camat Depok, Drs Budiharjo meminta warga untuk mewaspadai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasal wilayah Kecamatan Depok masuk dalam daerah endemis terjangkitnya DBD.

Menurutnya sebagai wilayah yang masuk dalam endemis DBD, edukasi masyarakat terhadap upaya pemutusan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

“Terlebih kepadatan penduduk di Depok cukup tinggi. Jika hanya dibebankan kepada kader Jumantik tentu kurang optimal, sehingga kami berharap kesadaran masyakart untuk menerapkan PHBS meningkat,” paparnya, Minggu (8/2).

Selain Kecamatan Depok, terdapat empat wilayah kecamatan lain yang juga masuk dalam daerah endemis DBD. Antara lain meliputi Kecamatan Gamping, Godean, Mlati, dan Kalasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes mengatakan guna menekan penyebaran penyakit DBD di wilayah Sleman, pihaknya mengerahkan kelompok Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Selain bertugas untuk memantau jentik nyamuk, tugas lain yang diampu oleh kader Jumantik adalah pelaksana posyandu dan pelaksana masyarakat desa siaga. Para kader Jumlantik juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Terutama penerapan 3 M plus yaitu menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang potensi untuk perkembangan nyamuk serta penyebaran lavarsida atau bubuk abate di musim hujan ini. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS, maka penyebaran DBD juga dapat ditekan,” kata Linda menjelaskan.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts