Jelang Dibuka, Destinasi Wisata di Sleman Harus Memenuhi Syarat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan uji coba terhadap operasional destinasi wisata di Kabupaten Sleman pada masa PPKM level 3 ini. Salah satunya adalah uji coba yang dilakukan di Destinasi Wisata Merapi Park yang berada di Jalan Kaliurang KM 22,5, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, (23/9/2021). Uji coba tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama Dinas Pariwisata DIY.

Danang Maharsa menyebutkan tempat wisata yang akan melakukan uji coba persiapan pembukaan harus memenuhi persyaratan, seperti memiliki sertifikat Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE), penyediaan kode batang (barcode), dan pengelola sudah divaksin.

“Ada beberapa syarat tertentu agar bisa destinasi wisata ini yaitu salah satunya harus mengantongi sertifikasi CHSE yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata di pusat dan juga sudah memiliki barcode untuk akses peduli lindungi dan selanjutnya juga harus dan semua pengelola yang ada di destinasi wisata ini sudah melakukan vaksinasi,” ujar Danang.

Danang menuturkan bahwa persyaratan tersebut dibuat agar keamanan para wisatawan itu terjamin. “Ini merupakan syarat yang harus di penuhi oleh destinasi wisata jika ingin mengadakan pembukaan percobaan, karena juga ini bagian dari pada rasa aman dan kepastian oleh pengunjung bahwa destinasi wisata ini memang sudah memenuhi syarat untuk dibuka,” tambahnya.

Uji coba destinasi wisata sendiri dilakukan untuk meningkatkan kembali sektor pariwisata yang terdampak akibat pandemi COVID-19, sehingga dapat menaikan kembali perekonomian dan pemasukan daerah.

Kemudian, untuk memudahkan pengunjung maka juga telah disediakan sistem aplikasi bernama Visiting Jogja yang dapat diakses pengunjung untuk melihat semua informasi destinasi wisata yang telah dibuka dan daya tampungnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menjelaskan bahwa Pemerintah DIY sedang mengupayakan penyederhanaan aplikasi Visiting Jogja yang akan disatukan dengan Peduli Lindungi agar pengunjung tidak perlu mengakses 2 sistem aplikasi.

“Saat ini kami berupaya untuk mesimplifikasikan  sistem yang ada Visiting Jogja dan peduli lindungi, harapan kami bisa ada 1 aplikasi nanti Visiting Jogja sudah mau meng-cover Peduli Lindungi  terintegrasi di dalamnya sehingga wisatawan tidak repot untuk 2 aplikasi kemudian dari pengelolaan juga nanti ada,” jelas Singgih. (Rep Nikke)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts