Kalurahan Condongcatur akan Berdayakan Kader Kesehatan untuk Wujudkan Zero Stunting

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Rembug Stunting di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (13/10/2021). Pj Lurah Condongcatur, Sugiyanto mengatakan kegiatan ini penting dilakukan agar terciptanya sinergi antara Kader Stunting Condongcatur, puskesmas, dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur demi mewujudkan Zero Stunting di Condongcatur.

Ia juga mengatakan Pemerintah Kalurahan Condongcatur akan terus berkomitmen untuk menanggulangi atau mencegah masalah stunting.

“Dengan memberdayakan dan mengoptimalkan kegiatan posyandu dan kader kesehatan, sehingga ibu hamil dan balita dapat terpantau perkembangan kesehatannya secara berkala, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pertemuan rutin kader stunting, dan juga akan membuat taman gizi (dapur) untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu yang rentan stunting,” jelas Sugiyanto.

Condoncatur sendiri saat ini menjadi Lokus Stunting Kabupaten Sleman untuk tahun 2022. Menurut Norhalidah Hanom, prevalensi stunting di Condongcatur saat ini berada di angka 4,89%, berada di bawah target restra Kabupaten Sleman di angkat 11,2%. Condongcatur juga merupakan daerah yang memiliki angka stunting paling rendah di Kapanewon Depok, jika dibandingkan dengan kalurahan lainnya.

“Oleh karena itu, dengan kerja sama semua pihak diharapkan dapat terwujud Zero Stunting di Kalurahan Condongcatur,” imbuh Norhalidah.

Norhalidah mengimbau agar setiap orang tua balita senantiasa memantau tumbuh kembang anaknya, mengingat posyandu menghentikan kegiatannya pada masa pandemi COVID-19 ini.

Sementara itu, Adi Nugrohowati, Nutrisionis Puskesmas Depok 3 menggarisbawahi mengenai pentingnya peran Kader Kesehatan dalam mengatasi masalah stunting. Beberapa peran tersebut antara lain adalah, mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaaan di puskesmas agar bisa mendapatkan Ante Natal Care (ANC) terpadu, memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mengajar orang tua balita untuk hadir di posyandu dan kelas ibu hami, serta memberikan konseling kepada ibu hamil dan balita yang bermasalah.

“Kader kesehatan juga berperan untuk mendampingi ibu hamil dan balita bermasalah dengan memberikan rujukan kepada ibu hamil dan balita yang bermasalah agar dapat konsultasi ke puskesmas. Selain itu, kader kesehatan juga akan menjembatani ibu hamil dan balita yang bermasalah tersebut untuk mendapatkan PMT,” jelas Adi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kalurahan Condoncatur akan membentuk Kader Stunting di setiap padukuhan, untuk memantau dan menanggulangi kasus stunting dimulai dari level paling bawah, yaitu keluarga. “Caranya dengan mengajak untuk berkomitmen menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), memperhatikan sanitasi, memberikan makanan yang bergizi pada anak, dan senantiasa mengajak ke posyandu secara rutin untuk memeriksakan kesehatan,” jelas Al Thouvik Sofisalam, Kamituwa Condongcatur.

Al Thouvik juga meminta agar semua pihak untuk dapat berkomitmen dan bersinergi dalam menyelesaikan masalah stunting ini, demi terwujudnya Zero Stunting di Kalurahan Condongcatur. (Wasana/KIM Depok)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts