Kalurahan Sukoharjo Telah Salurkan 20 Persen Dana Desa yang Dianggarkan untuk Program Ketahanan Pangan

Sukoharjo – Kalurahan Sukoharjo telah menyalurkan sebanyak 20% anggaran dana desa untuk program ketahanan pangan, yang menjadi program Presiden Jokowi. Dana tersebut disalurkan secara keseluruhan yang dibagikan kepada warga Kalurahan Sukoharjo. Pemberian bantuan bibit tanaman dan sayuran sebagai kegiatan terakhir dalam program ketahanan pangan ini dilaksanakan di Aula Kalurahan Sukoharjo, Kamis (12/5/2022)

Kamituwo Kalurahan Sukoharjo, Sujadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga setelah dilaksanakannya dua kegiatan yang lain, yaitu pembagian benih padi untuk kelompok tani dan pemberian bibit ikan dan bahan makannya kepada kelomppk pembudidaya ikan di Sukoharjo.

“Dengan adanya bantuan bibit tanaman ini, warga diharapkan bisa membuat satu lahan kelompok di tiap RW, yang bisa ditanami bersama. Dengan memanfaatkan pekarangan yang ada, yang nantinya hasilnya akan diserahkan dan dinikmati sendiri oleh warga, sehingga diharapkan bisa mensejahterakan warga dan dapat menopang kehidupan warga, bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Kegiatan ini akan selalu di lakukan monitoring oleh pihak Kalurahan Sukoharjo,” jelas Sujadi.

Sementara itu, Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto menuturkan bahwa pemberian bantuan bibit tanaman ini merupakan salah satu jenis kegiatan untuk ketahanan pangan, yang dilakukan oleh pemerintah kalurahan Sukoharjo, ditambah dengan dua kegiatan lainnya, yaitu bantuan benih padi dan bibit ikan.

“Semua itu berasal dari Dana Desa yang telah dianggarkan sebanyak 20% dari keseluruhan anggaran Dana Desa,” kata Hadi yang memberikan langsung bantuan bibit berupa Cabai 2 krat, Terong 2 krat, Tomat 1 krat, jahe 83 batang, Sawi 6 amplop, Kangkung 4 kg, dan Polybag 4 kg.

Kepala UPTD Sleman, Sudibyo Warasta lebih lanjut menjelaskan bahwa bantuan ini dirasakan sangat membantu warga dalam pemenuhan kebutuhan sayuran yang sangat dibutuhkan bagi Kesehatan tubuh. “Sayuran dan buah penting bagi metabolisme tubuh. Dengan kita menanam sayuran di pekarangan rumah, maka akan mempermudah perawatan dan pengawasannya. Sehingga diharapkan kegiatan ini bisa berkelanjutan dan tidak hanya dilaksanakan sesaat saja,” kata Dibyo.

Sudibyo juga mengimbau agar sayuran yang diberikan dipupuk dengan pupuk organik, dan meminimalisir pemakaian pupuk kimia. “Pembuatan pupuk organiknya bisa kita buat sendiri dengan cara yang sederhana,” sambung Sudibyo.

Bantuan ini juga mendapat reaksi positif dari para warga, salah satunya adalah Sugiyono. “Semoga dengan adanya bantuan ini,warga bisa memenuhi kebutuhan sayuran untuk rumah tangganya,dan mengurangi beban belanja yang harus dikeluarkan tiap harinya,” harap Sugiyono salah satu wakil dari RW 21 Kalurahan Sukoharjo. (Eswe/KIM Sukoharjo Ngaglik)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts