Kampung Flory Diminati Wisatawan Minat Khusus‬

Sleman – Minat generasi muda terhadap bidang pertanian semakin menurun dari waktu ke waktu. Alasan inilah yang kemudian mendorong sejumlah anak muda di Pangukan, Tridadi, Sleman membentuk kelompok yang bergerak dalam bidang pertanian.‬

‪Meski bukan merambah langsung pertanian tanaman pangan, namun kelompok Taruna Tani Flory tersebut berhasil meyakinkan generasi muda bahwa sektor pertanian membawa keuntungan yang tak kalah dengan pekerjaan formal, bahkan melebihinya.‬

‪Bidikan utama mereka adalah pengembangan bibit tanaman hias dan buah-buahan yang masih ramai dicari khalayak.‬ Kampung Flory di Dusun Jugang Pangukan, Tridadi, Kabupaten Sleman diminati wisatawan minat khusus yang ingin belajar tentang tanaman hias, perkebunan, dan pertanian.‬

‪”Sejak didirikan dua tahun lalu, minat masyarakat untuk berkunjung ke Kampung Flory terus meningkat, baik yang sekadar `refreshing` satu hari maupun yang ingin belajar,” kata pembina Kampung Flory Sudihartono, Jum’at (26/8).‬

‪Kampung Flori  ini juga rutin dikunjungi peserta magang dari berbagai daerah yang ingin belajar mengenai cara wirausaha di bidang agribisnis pertanian.‬

‪”Kami memiliki rencana menjadikan kawasan ini destinasi wisata edukatif. Berbagai sarana pendukung seperti taman edukatif, tanaman buah/bunga dalam pot (tabulampot), sayur mayur, dan tanaman obat keluarga sudah kami siapkan,” kata Sudihartono.‬

‪Keinginan menjadikan kawasan seluas dua hektar ini sebagai agrowisata tidak lepas dari rasa keprihatinan kelompok taruna tani yang mengelola usaha ini, karena ketertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian terus berkurang.‬

‪”Kaum muda, terutama di daerah ini lebih memilih bekerja di sektor nonpertanian karena dirasa lebih menguntungkan dari segi pendapatan,” katanya.‬

‪Sudihartono mengatakan, sesungguhnya agribisnis bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan asalkan dikelola dengan baik. Terlebih kebutuhan tanaman hias dan “landscape” terus meningkat seiring maraknya pembangunan hotel, apartemen, taman kota, perumahan, wahana rekreasi, dan perkantoran.‬

‪”Selama ini, 80 persen kebutuhan taman dipasok dari luar DIY. Ini sebenarnya peluang bagi pelaku agribisnis lokal. Kami selama ini sering menerima order dari hotel dan instansi pemerintah untuk pembuatan taman kota,” katanya.‬

‪Sudihartono menambahkan tahun depan, kelompok tani Flory yang dikelola 20 anggota ini menargetkan menambah beberapa “nursery” (area persemaian bibit).‬ ‪Sekretaris Kelompok Taruna Tani Flory, Surono mengatakan kampung flori saat ini sudah dilengkapi  bangunan museum Omahe Pak Tani sebagai pendukung wisata edukatif yang bersinergi dengan usaha kuliner.

Kampung flory juga telah dilengkapi kolam bermain termasuk untuk terapi ikan dan tiga rumah limasan sebagai tempat pertemuan. Kampung flory memang ditata sebagai obyek wisaya edukasi pertanian supaya menarik generasi muda dan pelajar. Setiap bulannya, pengelola area pembudidayaan tanaman hias dan bibit buah yang berlokasi di kampung flori ini  mampu meraup omset hampir Rp 100 juta.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts