Keberadaan Paguyuban SMS Jadi Duta Sleman

Bupati Sleman Lantik Pengurus PaguyubanSleman – Peringatan ulang tahun ke-15 Paguyuban Sleman Manunggal Sembada(SMS) yaitu paguyuban warga Sleman yang merantau di Jabodetabek, Minggu (22/1) terasa istimewa dengan kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Sleman serta Pejabat Sleman lainnya.

“Ulang tahun dilaksanakan di Anjungan DIY TMII Jakarta diawali dengan pagi hari jalan sehat mengelilingi kawasan TMII sejauh 4 Km dilanjutkan dengan senam sehat bersama. Usai senam pagi juga dilakukan pembagian santunan bagi anak-anak yatim sejumlah 44 anak,” kata Dra Sri Winarti, Kabag Humas Sleman, Selasa (24/1).

Menurut Sri Winarti pada kesempatan tersebut juga diadakan pelantikan pengurus masa bhakti 2017 – 2022 dengan ketua H Syambudi Siswoyo dengan Dewan Penasehat DR Tukiman (mantan Ketua paguyuban).

Puncaknya dengan pertunjukan wayang kulit dalang Ki Hadi Darwanto dari Sleman mengambil lakon Gatotkoco Winisudo. Tokoh wayang Gatotkoco secara simbolis diserahkan oleh Ketua DPRD Sleman kepada dalang untuk dipentaskan.

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI pada kesempatan tersebut  berharap melalui paguyuban dapat terjalin silaturahmi antar anggota dan saling dapat berbagi ilmu dan pengalaman masing-masing serta dapat saling membantu kesulitan sehingga dapat diatasi bersama.

Dalam usianya yang ke-15 ini Paguyuban SMS harus senantiasa berusaha menjadi organisasi yang dibangun dengan pondasi yang kokoh, dipoles dengan racikan potensi yang tidak saja indah tapi sekaligus merupakan ikatan yang sangat kuat bagi seluruh anggotanya.

Paguyuban SMS hendaknya juga mampu menjadi sarana dan media untuk mengembangkan potensi yang dimiliki warga Sleman, khususnya yang berada di Jakarta.

Apabila seluruh potensi yang dimiliki anggota Paguyaban SMS dapat dipersatukan dalam ikatan yang erat dan kuat maka akan menjadi potensi yang sangat besar dan kuat, yang tidak saja bermanfaat bagi anggota paguyuban tetapi juga bagi masyarakat lainnya.

Paguyuban SMS dapat menjadi duta bagi Kabupaten Sleman dalam mempromosikan potensi Sleman baik kerajinan, industri, makanan khas maupun potensi wisata dan investasi lainnya. Walaupun ada yang sudah puluhan tahun berada di perantauan sebagai warga Sleman tentu tidak akan pernah melupakan tanah kelahirannya.

“Peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung hendaknya tetap menjadi prinsip hidup dengan tetap mempertahankan budaya, kebiasaan dan adat istiadat tempat asal kita dimanapun kita berada,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo  juga mengenalkan potensi batik Parijoto Salak sebagai produk khas Sleman yang bisa dikembangkan.

Sementara Ketua Paguyuban yang baru  Syambudi Siswoyo menghimbau bagi warga Sleman yang belum tergabung dapat segera bergabung dengan  karena manfaat paguyuban sangat besar baik bagi anggota maupun masyarakat lainnya, dalam bidang seni, budaya, pengembangan usaha serta sebagai mitra Pemkab Sleman dalam ikut mempromosikan potensi Sleman.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts