Kecamatan Ngaglik Lepas 124 Jamaah Calon Haji

Ngaglik – Pada waktu mengerjakan ibadah haji, seorang calon haji diharuskan untuk beretika haji, antara lain tidak boleh melakukan rafats, fusuq, dan jidal. Rafats adalah berhubungan seksual, berkata yang jorok, dan sebagainya, fusuq diartikan berbuat maksiat, dan jidal adalah bertengkar.

“Apabila 3 hal ini bisa dijaga Insya Allah ibadah hajinya mabrur karena ketiganya itu sangat berat, yang kadang karena pengaruh lingkungan jadi sulit untuk dihindari,” ujar Kepala KUA Kecamatan Ngaglik, Sukirman saat pelepasan jamaah calon haji Kecamatan Ngaglik di Aula Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Senin (1/7/2019). Jamaah calon haji dari Kecamatan Ngaglik yang akan berangkat ke Tanah Suci ini tercatat sebanyak 142 orang.

Selain itu jamaah haji juga dipesan untuk terus menjaga kesehatan agar ibadah tidak terganggu. Caranya antara lain dengan mengatur waktu yang tepat antara waktu ibadah dan istirahat.

Di kesempatan yang sama Sekretaris Camat Ngaglik, Sumariyah menyampaikan ucapan selamat bagi jamaah calon haji yang telah bisa berangkat tahun ini. “Karena jamaah lain masih menunggu cukup lama,  untuk itu (bagi yang berangkat tahun ini), kesempatan ini harus digunakan untuk ibadah haji yang maksimal artinya baik sunat dan wajibnya harus bisa dipenuhi sesuai syarat dan rukun hajinya,” ujar Sumariyah.

Sekretaris Camat Ngaglik ini mengakhiri sambutannya dengan meminta hadirin untuk saling mendoakan agar yang belum bisa berangkat haji supaya bisa disegerakan berangkat ke Tanah Suci dan jamaah calon haji yang berangkat tahun ini menjadi haji mabrur. (KIM Ngaglik/Srp)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts