Kekandhangan Banyuraden Gelar Ngaji Satwa Guna Menjaga Lingkungan Sungai

Komunitas Kekandhangan Banyuraden Kapanewon Gamping menggandeng Yayasan Wahana Gerakan Lestari Indonesia (Wagleri) menyelenggarakan sarasehan bertajuk Ngaji Satwa di Kekandhangan Cokrowijayan, Sabtu (1/5/2021) sore. Sarasehan tersebut diadakan sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan sungai.

Sarasehan yang dipandu oleh Hanif Kurniawan dari Komunitas Kampung Satwa tersebut menghadirkan narasumber Ketua Yayasan Wagleri, Susilo Irwanjasmoro dihadiri sebanyak 20 pegiat lingkungan dan pecinta satwa, serta pegiat sosial masyarakat yang berasal dari Destana Sidomoyo, Forum Pengurangan Resiko Bencana Gamping, Yayasan Shioux, Jogja Free Flight, Geplakan Siap Siaga, Dharma Laku, serta KIM Pararta Guna Gamping.

Dalam diskusinya, Susilo Irwanjasmoro menyampaikan hanya sedikit orang yang benar-benar tergerak untuk menjaga lingkungan hidup. Sebagai tempat tinggal semua makhluk hidup yang ada di muka bumi, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan selayaknya lingkungan hidup untuk dijaga kelestariannya karena lingkungan hidup yang buruk bisa membuat manusia, hewan, dan tumbuhan tak dapat bertahan hidup.

Menurutnya, keberadaan sungai dan air merupakan sumber kehidupan. Untuk itu diperlukan pemeliharaan dan pengelolaan secara serius. Selain pemerintah, komunitas penggiat sungai memiliki peran yang cukup strategis untuk memberdayakan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

“Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat tiga sistem sungai yakni Sistem Opak di bagian timur, Sistem Progo di bagian tengah, dan Sistem Serang di bagian barat. Sungai Code dan Sungai Winongo memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya forum atau komunitas di masing-masing sungai karena persoalannya tidak sama antara sungai satu dengan lainnya, mulai dari pemanfaatan, pencemaran maupun budaya masyarakat sekitar,” ungkap Irwan.

Ia menambahkan juga mengenai perlunya suaka ikan dalam sistem sungai guna melestarikan populasi jenis ikan air tawar tertentu di masing-masing sistem sungai. Hal ini bisa terwujud jika sudah dilakukan riset untuk mengIdentifikasi dan menginventarisasi potensi berupa keadaan umum perairan dan keanekaragaman hayati, kealamiahan, keterkaitan ekologis, keterwakilan, keunikan, produktifitas, daerah ruaya, habitat ikan langka, daerah pemijahan ikan serta daerah pengasuhan, data sosial budaya dan ekonomi yang meliputi tingkat dukungan masyarakat serta kebijakan pemerintah daerah yang menunjang penetapan kawasan konservasi perairan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts