Kekandhangan Cokrowijayan Gelar Pelatihan Operasional Ambulans Bagi Relawan Gamping

Bertepatan dengan peringatan Hari Palang Merah Sedunia dan peningkatan kapasitas relawan  di wilayah Kapanewon Gamping, maka Komunitas Kekandhangan Cokrowijayan Kalurahan Banyuraden menyelenggarakan pelatihan pengoperasian ambulans yang digelar di Pendopo Kekandhangan, Sabtu (8/5/2021) malam.

Pelatihan diikuti sebanyak 25 orang relawan kemanusiaan yang mengikuti pemaparan materi dari instruktur pengoperasian ambulan, Muhammad Sholeh yang dipandu oleh Ketua Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna, Adnan Iman Nurtjahjo dalam dialog interaktif.

Turut hadir dalam pelatihan tersebut, penanggung jawab mobil ambulan, Samsul selaku perwakilan dari keluarga besar Hendro Priyono yang mengelola Rumah Panggung Banyuraden, didampingi Ketua Komunitas Geplakan Siap Siaga, Bakoh Waluyo.

Kegiatan di awali dengan sambutan penanggung jawab Rumah Panggung Banyuraden, Samsul yang menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus Komunitas Kekandhangan karena telah bersedia bersinergi dengan pihak rumah panggung yang dikelolanya dalam pemanfaatan armada ambulan secara optimal guna membantu masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Kapanewon Gamping. Pihaknya juga meminta saran dari instruktur pelatihan terkait standar kelengkapan peralatan medis yang harus tersedia dalam kendaraan ambulan.

“Silahkan menggunakan mobil ambulan ini untuk menolong warga masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat menuju fasilitas kesehatan dalam waktu 24 jam. Kami hanya memerlukan laporan secara tertulis terkait penggunaan ambulan yang dilampiri foto kegiatan sebagai bukti operasional kegiatan resmi dalam rangka tertib administrasi,” tegas Samsul.

Dalam pemaparan materinya, Muhammad Sholeh menjelaskan beberapa hal penting dalam mengoperasikan mobil ambulans, terutama peraturan atau Undang-Undang tentang operasional ambulan dan standar operasional prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) kepada peserta pelatihan. Adapun capaian pelatihan operasional ambulans adalah untuk mengurai derita sesama sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

“P3K adalah upaya memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada korban di tempat kejadian kecelakaan sebelum dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat dengan tujuan menyelamatkan jiwa korban, mencegah cacat, serta memberikan rasa aman sebelum mendapat perawatan medis,” ungkap Sholeh.

Selain menerima teori, para relawan ambulans juga melakukan simulasi penggunaan ambulans dalam memberikan pertolongan seperti cara melakukan pembidaian kepada korban, cara menaikkan dan menurunkan stretcher atau tandu ambulan, penggunaan lampu rotator ambulan, dan jenis-jenis bunyi sirine yang harus diperhatikan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts