Kemenag Imbau Masyarakat Tarawih dan Tadarus di Rumah

Sleman – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama nomor 6 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan 1 Syawal di tengah pandemi Covid-19. Melalui surat edaran tersebut, Menteri Agama RI, Fachrul Razi mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan salat tarawih berjemaah di masjid untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Demikian disampaikan Sa’ban Nuroni, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman saat jumpa pers, Rabu (15/4/2020) di Pendopo Parasamya, Setda Sleman.

Sa’ban Nuroni menyampaikan bahwa masyarakat diminta menjalankan ibadah tarawih pun tadarus di rumah masing-masing bersama keluarga agar terhindar dari kerumunan. Hal ini pun berlaku untuk kegiatan seperti buka bersama.

“Pelaksanaan ibadah lainnya yang menyebabkan terkumpulnya massa adalah pembagian zakat. Dalam panduan tersebut panitia tidak membagi kupon tetapi panitia yang membagikan zakat ke tempatnya masing-masing. Pesantren kilat juga harus dilakukan dengan model daring,” tukasnya.

Sa’ban mengatakan bahwa surat edaran ini akan terus menjadi panduan masyarakat hingga Idul Fitri nanti.

“Pelaksanaan salat Idul Fitri juga tidak dilaksanakan seperti biasa, melainkan dilaksanakan di rumah masing-masing,” tambahnya.

Akan tetapi menurut Sa’ban, surat edaran tersebut bisa saja ditutup apabila pada saat bulan puasa kondisi sudah dinyatakan aman dari Covid-19.

Sa’ban Nuroni berharap surat edaran dari pemerintah yang diteruskan kepada kepala KUA, takmir masjid, dan organisasi masa Islam se-Kabupaten Sleman ini dapat membuat masyarakat tenang dalam melaksanakan ibadah puasa.

“Tanpa ada kekhawatiran dan kita dapat bersama-sama melawan Covid-19 ini,” tuturnya. (Rep Septyan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts