Kenali dan Cegah Kanker Nasofaring Sejak Dini

Sleman – Data Global Cancer 2012 (GLOBOCAN) menunjukkan angka penderita kanker nasofaring di Indonesia terbanyak ke– 4. Ada 87 ribu kasus baru nasofaring muncul setiap tahunnya yang mana 61 ribu pada laki–laki dan 26 ribu pada perempuan. 

 “Di Indonesia kanker nasofaring ini masih menduduki peringkat ke-4 setelah kanker payudara, kanker leher Rahim, dan kanker paru–paru dan kejadiannya ternyata laki–laki lebih banyak, yakni  3:1,” ungkap  Dr. Anggoro Eka Raditya, Sp. THT, Dokter Spesialis RSUD Sardjito pada Seminar Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Nasofaring dan Kanker Anak dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Selasa (4/2/2020) di Mulungan, Sleman.

dr. Anggoro menyampaikan bahwa penyebab dari terjadinya kanker nasofaring sendiri ada 3, yaitu konsumsi ikan asin, Epstein Barr Virus (EBV), dan genetik. Selain itu, memakan makanan yang mengandung pengawet, merokok, dan minum alkohol juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang kerap menyerang individu berusia 30 hingga 50 tahun ini.

“Untuk ikan asin sendiri karena ada ditemukannya zat nitrosamin yang berisiko 3 kali lipat,” jelasnya.

Kanker nasofaring dikatakan dr. Anggoro dapat dikenali dari beberapa gejala dan tanda. “Untuk gejalanya pada nasofaring paling banyak terdeteksi ada benjolan di leher dan gejala awal dari nasofaring adalah telinga berdenging, dan batuk pilek yang diikuti dengan darah maka disarankan untuk segera diperiksa,” bebernya.

Untuk pencegahan awal dari kanker nasofaring dr. Anggoro menyarankan agar melakukan pemeriksaan dan pengecekan sejak dini. “Jika sudah terlihat tanda–tanda maka lebih baik dilakukan pengecekan di awal, bukan untuk menakuti tetapi untuk mengecek ada tidaknya nasofaring,” imbuhnya.

Selain itu dr. Anggoro juga menambahkan bahwa agar terhindar dari penyakit tidak menular dalam hal ini kanker nasofaring, masyarakat perlu mengenali diri sendiri, istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat dan tidak berpengawet, menjaga kesehatan jasmani, rohani, dan sosial, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Rep Naci)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts