Ketahui Gejalanya untuk Deteksi Kanker pada Anak

Sleman – Yogyakarta menjadi salah satu provinsi dengan tingkat prevalensi penderita kanker tertinggi yakni 4,9 kasus permil atau per seribu penduduk berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Hasil ini tercatat meningkat dari Riskesdas tahun 2013 yang hanya 4 kasus permil.

“Kanker pada anak ini setiap tahun kita punya kasus baru, di dunia ada 200 ribu setiap hari, kemudian lebih dari 70% ada di negara berkembang termasuk negara kita dan penyebab nomor 4 kematian terbanyak,” ungkap dr. Sri Mulatsih Sp. A(K), dokter spesialis dan juga konsultan RSUP Dr Sardjito pada Seminar Pencegahan dan Deteksi Kanker Nasofaring dan Kanker Anak dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Selasa (4/2/2020) di Mulungan Sleman.

dr. Mulatsih menyampaikan penyebab kanker pada anak ini ada pada faktor risiko, seperti radiasi, ionisasi, anak dengann usia 0-18 tahun, dan juga genetik familial. Faktor risiko ini merupakan 50% penyumbang seorang anak itu bisa menyandang kanker.

“Misalnya anak itu mempunyai kelainan genetik familial contohnya gangguan down syndrome dia berisiko untuk kena kanker 20 kali lipat dibandingkan anak normal,” jelasnya

dr. Mulatsih menyampaikan bahwa penting adanya deteksi dini kanker pada anak

“Kenapa kok deteksi dini karena kanker pada anak itu tidak bisa diprevensi, tidak bisa dicegah seperti kanker pada orang dewasa,” lanjut dr. Mulatsih.

Deteksi dini kanker pada anak dikatakan dr. Mulatsih dapat dilakukan dengan mengecek kondisi pada anak. 

“Kalau ada sesuatu di kulitnya, pusing dalam waktu yang lama diikuti muntah, ada permasalahan di matanya, adanya benjolan yang tidak normal, memar, nyeri, pucat, gangguan syaraf, dan gangguan keseimbangan,” jelasnya.

dr. Mulatsih juga menambahkan, agar orangtua segera melakukan pemeriksaan jika muncul gejala pada anak. Pun segera merujuk anak dokter ahli kanker agar dilakukan pemeriksaan dan dapat didiagnosa dengan benar. (Rep Naci)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts