KIM Berperan Lakukan Diseminasi Informasi Cegah Aksi Vandalisme

Dalam rangka penanganan aksi vandalisme yang marak dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, Pemerintah Kabupaten Sleman menggandeng para pegiat informasi yang tergabung dalam Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) SEMBADA dengan melakukan sosialisasi yang digelar di Aula Lantai III Setda Kabupaten Sleman, Senin (7/6/2021).

Sosialisasi kebijakan penanganan vandalisme di Kabupaten Sleman menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana yang membahas tentang perilaku vandalisme di kalangan remaja, beserta Kanit Satbinmas Polres Sleman, Ipda Suryo Adi yang memaparkan materi vandalisme dalam perspektif hukum.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Iriansya. Pada kesempatan tersebut, Iriansya mengungkapkan bahwa vandalisme merupakan permasalahan sosial yang sering terjadi di Kabupaten Sleman. Akan tetapi penanggulangan terhadap permasalahan tersebut acap kali masih dipandang sebelah mata atau dianggap remeh oleh banyak anggota masyarakat karena dianggap sebagai bentuk kenakalan kecil yang tidak terlalu berpengaruh dalam kehidupan masyarakat.

“Saya berharap kepada Kelompok Informasi Masyarakat se-Kabupaten Sleman yang hadir setelah menerima materi sosialisai penanganan vandalisme dapat dijadikan sebagai sumber informasi sebagai bahan diskusi dalam melakukan diseminasi informasi untuk mengatasi permasalahan sosial di tengah-tengah masyarakat khususnya terkait aksi vandalisme,” lanjut Iriansya.

Menurut Kanit Satbinmas Polres Sleman Ipda Suryo Adi, penyebab terjadinya aksi vandalime yaitu luapan ekspresi dari suatu protes sosial, memperkenalkan ideologi, kenikmatan, serta memperoleh eksistensi.

“Kebanyakan dari pelaku vandalisme adalah kalangan remaja yang sedang tumbuh dengan kematangan yang masih rendah atau labil dan masih mencari identitas diri atau jati dirinya,” ungkap Ipda Suryo.

Adapun upaya penanggulangan dan menekan angka vandalisme diperlukan peran seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, orang tua, hingga kepolisian. Peran orang tua sangat penting untuk menerapkan disiplin yang konsisten kepada anak dan menanamkan pengetahuan keagamaan yang kuat. Sedangkan guru dapat memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler.

“Hukuman pelaku vandalisme tindak pidana ringan Pasal 489 ayat 1 KUHP tentang kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian atau kesusahan, berupa denda sebesar Rp. 225.000 atau hukuman penjara selama 3 hari,” tegas Ipda Suryo. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts