Komunikasi Cegah Timbulnya KDRT

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi UU RI No.23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan UU RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Daplokan, Margomulyo, Seyegan, pada Kamis (20/2/2020).

Kegiatan yang dimulai pada jam 09.00 WIB ini diikuti oleh kurang lebih 40 peserta dari unsur perangkat desa, lembaga desa, BPD, Babinsa, Babinkantibmas, kader desa, dan tokoh masyarakat.

Sebagai narasumber adalah Arief Winarko dari Yayasan Samin (Sekretariat Anak Merdeka Indonesia) dan Eko Mei dari Unit PPA Polres Sleman.

Dalam pemaparannya, Arief menerangkan tentang proses, cara, dan tujuan tindak pidana perdagangan orang pun menjelaskan juga tentang batasan umur untuk kategori anak dan orang dewasa. Lebih jauh Arief juga mencontohkan cara-cara yang biasa digunakan dalam TPPO, dari ancaman kekerasan sampai penipuan.

“Tujuan TPPO sendiri adalah exploitasi,” tukas Arief.

Eko Mei, narasumber kedua, melanjutkan tentang banyaknya kasus KDRT yang terjadi dan masuk dalam wilayah kerja unit PPA Polres Sleman.

“KDRT yang biasa terjadi adalah kekerasan fisik, kekerasan psikis/mental, kekerasan seksual dan penelantaran. Tiga yang disebutkan di depan merupakan delik aduan,” beber Eko Mei.

Eko Mei berharap, dengan sosialisasi ini peserta dapat merespon tentang PKDRT dan TPPO yang dapat terjadi di lingkungannya serta dapat melakukan tindakan yang tepat bilamana terjadi. Pun, peserta menjadi bagian dari gugus tugas anti perdagangan manusia dan KDRT.

“Komunikasi yang baik antara suami-istri dan anggota keluarga merupakan cara pencegahan yang terbaik untuk timbulnya KDRT,” tutur Eko Mei. (Sutarto Agus KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts