Masyarakat Sebagai Agen Perubahan Menuju Gerakan Indonesia Bersih

Bertempat di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia mengadakan kegiatan yang bertajuk Model Inovasi Pengelolaan Sampah sebagai Wujud Implementasi Gerakan Indonesia Bersih.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (14/10/2020) ini, menghadirkan pembicara R. Alfredo Sani Fenat, Asisten Deputi Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sebagai peserta dalam acara tersebut adalah pelaku pengelolaan sampah di kabupaten/kota yang tergabung dalam JPSM, LSM, Akademisi, dan Forum Lingkungan Hidup .

Dalam presentasinya, Alfredo Sani menyampaikan bahwa latar belakang Kemenko PMK peduli dengan pengelolaan sampah tidak lain dikarenakan oleh Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang mencakup 5 Gerakan Indonesia yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Alfredo menambahkan pelaku dan sasaran Gerakan Indonesia adalah pemerintah, Dunia Usaha, Dunia Pendidikan, Masyarakat dan Media. Untuk mengawal pelaksanaan Gerakan Indonesia tersebut dibentuklah Gugus Tugas di tingkat nasional sampai dengan tingkat provinsi/kabupaten/kota.
Pemaparan yang dimoderatori oleh Rusdiyanto dari Badan Kesbangpol DIY ini, selebihnya ingin mendapat masukan dari peserta yang notabenenya adalah pelaku pengelolaan sampah yang ada di kabupaten/kota di DI Yogyakarta.

Selanjutnya Alfredo Sani juga menyampaikan data Indeks Gerakan Indonesia Bersih yang telah mencapai 67,97%.

Untuk mewujudkan Gerakan Indonesia Bersih ini, Kemenko PMK juga menyajikan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memunculkan data jumlah sampah secara nasional pada tahun 2020 ini yang mencapai 67,8 juta ton.

Lebih jauh ditampilkan pula data dari SWI (Sustainable Waste Indonesia) bahwa untuk Pulau Jawa pada bulan Oktober 2019-Februari 2020 produksi sampah plastik mencapai 189.000 ton/bulan. Sedangkan yang dikumpulkan dan didaur ulang mencapai 22.000 ton/bulan atau sekitar 11,83%. Selebihnya sebesar 88,17% diangkut ke TPA atau dibuang ke lingkungan.

Data SWI juga menyajikan bahwa 22.000 ton/ bulan sampah plastik tersebut, 83,5 % berasal dari pemulung, 15,2 % berasal dari TPST/TPS3R dan 1,5 % berasal dari Bank Sampah.

“Peran masyarakat dengan kegiatan Bank Sampahnya diharapkan mampu untuk mewujudkan Indonesia Bersih. Artinya masyarakat diharapkan menjadi agen perubahan disamping penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat juga membangun lembaga ekonomi,” ujar Alfredo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts