Melatih Fisik dan Mental dengan Gobak Sodor

Sleman – KORPRI Kabupaten Sleman dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-48 mengadakan beberapa perlombaan olahraga tradisional di Lapangan Pemda Sleman, Kabupaten Sleman, Selasa (5/11/2019). Menurut Sumadi, Ketua Dewan Pengurus KORPRI Sleman, lomba olahraga tradisional ini diadakan untuk meningkatkan kebugaran fisik maupun mental, meningkatkan kekompakkan, serta menjalin silaturahmi antar pegawai.

Lomba yang selalu diadakan setiap tahunnya ini diikuti oleh perangkat daerah, kecamatan, dan UPT. Salah satu cabang yang dipertandingkan dalam lomba olahraga tradisional ini adalah Gobak Sodor.

Menurut Sumadi, banyak manfaat yang didapatkan ketika memainkan permainan gobak sodor ini seperti meningkatkan kebugaran jasmani (fisik), kesehatan mental (keceriaan, kegembiraan), meningkatkan ketangkasan dan kekompakkan. “Dari semuanya, yang terpenting adalah dapat melestarikan olahraga tradisional yang kita miliki,” ujar Sumadi.

Gobak Sodor diyakini berasal dari Yogyakarta. Dilansir dari penelitian Linda Dwi dari Universitas Muhammadiyah Malang (2017), nama Gobak Sodor berasal dari kata Gobag dan Sodor. Kata Gobak memiliki arti bergerak dengan bebas, sedangkan Sodor berarti Tombak. Jumlah pemain dalam gobak sodor harus berjumlah genap antara 6-10 orang. Kemudian dibagi menjadi dua tim, tim jaga dan tim serang. Tiap tim beranggotakan 3-7 orang.

Yang harus dipersiapkan dalam permainan ini adalah lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 9x4m, atau lapangan bulu tangkis, yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur.

Adapun cara bermain Gobak Sodor adalah setiap orang di grup jaga membuat penjagaan berlapis dengan cara berbaris ke belakang sambil merentangkan tangan agar tidak dapat dilalui oleh lawan. Satu orang penjaga lagi bertugas di garis tengah yang bergerak tegak lurus dari penjaga lainnya. Selama permainan berlangsung, salah satu kaki penjaga harus tetap di atas garis jaga. Jika pemain lawan tersentuh maka pemain pun gugur. Kemenangan akan diperoleh grup jaga jika berhasil mengenai seluruh pemain lawan.

“Adanya perlombaan ini, seakan mengingat pada masa kecil dulu karena sekarang kan sudah jarang yang memainkan gobak sodor ini. Makanya saya senang,” ujar Sutoyo dari Kecamatan Godean saat mengikuti perlombaan Gobak Sodor ini.(Rep Bilal)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts