Melihat Produksi Blangkon di Kalurahan Sidoarum Sleman

Godean – Blangkon adalah salah satu tutup kepala yang dibuat dari kain batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Tingginya permintaan terhadap blangkon membuat cukup banyak warga Sleman yang menjadi pengrajin blangkon, terutama warga Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Ada banyak jenis blangkon yang diproduksi oleh pengrajin di desa Sidoarum ini, seperti Ngayogyakarta, Surakarta, Banyumasan, dan Mataraman.

Jono (44) adalah salah satu pengrajin blangkon dari Kalurahan Sidoarum ini. Ia berasal dari keluarga yang telah turun temurun menjadi pengrajin blangkon. Jono sendiri telah belajar memproduksi blangkon sejak kelas 6 SD.

Blangkon yang diproduksi Jono adalah blangkon dengan jenis Mataraman. Untuk mempertahankan kualitas blangkonnya, Jono mengakui bahwa Ia membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk membuat satu buah blangkon, sehingga Jono hanya memproduksi 2 sampai 3 blangkon per harinya.

“Saya hanya bisa membuat dua hingga tiga blangkon saja sehari, lalu saya setor kepada pengepul,” ujar Jono ketika ditemui di rumahnya pada Jumat (16/7/2021).

Blangkon yang diproduksi oleh Jono terdiri dari beberapa bagian, yaitu Congkeng atau alas lingkaran blangkon, Plonco yaitu tatakan atau alat cetakan blangkon yang dibuat sesuai nomor ukuran kepala, dan Mondolan yaitu tonjolan di belakang blangkon yang berisi sebuk gergaji kayu.

Untuk bahan dan material blangkon, Jono menyebutkan bahwa Ia mendapatkannya dari para pemilik usaha blangkon. Jono sebagai pengrajin hanya tinggal memproduksi bahan dari pemilik usaha tersebut menjadi sebuah blangkon yang siap untuk dipasarkan.

Setiap ada pesanan, blangkon yang diproduksi oleh para pengrajin di Sidoarum ini kata Jono disetor kepada pengepul atau pemilik usaha blangkon. Setelah itu dipasarkan ke beberapa pasar yang ada di Yogyakarta seperti pasar Beringharjo dan Malioboro.

Selain memasarkan produk blangkon ini ke pasar yang berada di kota Jogja, blangkon hasil produksi para pengrajin di Sidoarum ini juga dijual ke beberapa daerah di pulau Jawa maupun e-commers yang ada. Untuk harga satuannya, Jono mengatakan bahwa di pasaran harga blangkon yang diproduksinya bisa mencapai Rp. 50.000, -. (Rep Yoga)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts