Mengadu ke Dewan, Warga Kradenan Tolak Pembangunan Tower

demo towerSleman – Puluhan warga Kradenan, Banyuraden, Gamping, Sleman,  menolak pembangunan menara pemancar seluler. Penolakan tersebut diadukan pada DPRD Sleman dengan dalih menara telekomunikasi selular di wilayah RT 04 dan RW 17 Kradenan itu berdekatan dengan permukiman warga dan sekolah.

Warga keberatan karena lokasi yang berdekatan dengan pemukiman dinilai berbahaya jika menara ambruk. Tapi saat ini menara seluler tersebut dalam proses pembangunan. Bahkan sudah memiliki IMB yang dikeluarkan tahun 2015.

Juru Bicara Warga Kradenan, Agus Sartono mengatakan proses perizinan pembangunan menara tidak sesuai prosedur. Karena sosialisasi tidak melibatkan seluruh masyarakat. Bahkan nama dirinya yang bukan warga asli sana dicantumkan dalam berkas persetujuan pembangunan.

“Dulu saya punya tanah di sana sekarang sudah saya jual. Tapi nama saya malah tercantum di persetujuan pendirian tower,” kata Agus saat ditemui di Kantor DPRD Sleman, Rabu (2/9).

Agus mengatakan sebagian besar warga sudah menolak pendirian menara selular sejak awal. Warga yang rumahnya bersebelahan dengan menara, Abu Darin juga mengaku tidak pernah menerima sosialisasi pembangunan menara. Dia menuturkan warga Kradenan tidak mempermasalahkan adanya pendirian menara seluler. Asalkan lokasinya tidak membahayakan seperti sekarang.

Menurutnya warga sudah mengusulkan lokasi lain pembangunan menara pada pengembang. Tapi masukan tersebut tidak dihiraukan.

“Karena berdiri di dekat permukiman. Kami menuntut tower itu dibongkar,” katanya.

Aduan warga yang diterima pimpinan dewan dan Komisi A itu langsung menindaklanjuti. Sejumlah anggota legislatif pun segera melakukan tinjauan langsung ke tempat tower dibangun. Anggota Komisi A DPRD Sleman, Suwarno, menuturkan akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mengusut pemberian izin bangunan tower di Desa Kradenan.

“Kami sudah ke lokasi dan akan memanggil pihak terkait untuk klarifikasi. Kami juga meminta agar pengembang tidak mengoperasikan towernua dulu, sampai perkara ini selesai,” ujarnya.***

Print Friendly, PDF & Email

Related posts