Meretas Asa, Menggapai Mimpi Menjadi Pesepakbola Profesional

Ngaglik – Rintik hujan Jumat (4/1/2019) sore tak menyurutkan minat dan semangat beberapa anak kecil yang asyik berebut bola.

“Van oper, teriak Ibra pada Evan sang gelandang tim.” Setelah bola diterima, diikuti dribling dan sprint, sebuah tendangan mendatar di pojok gawang sontak membuat anak- anak berteriak gol.

Ibra adalah salah satu siswa di SSB (Sekolah Sepak Bola) Gelora Muda yang bermarkas di Lapangan Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik. Setelah 1,5 tahun menimba ilmu di sana, kemampuannya semakin meningkat. “Selain peningkatan skill individu dalam olah bola, Ibra juga semakin bagus ketika bermain sebagai sebuah team. Karakternya juga berkembang menjadi anak yang lebih percaya diri dan disiplin”, tutur Ika Dwi, wali murid Ibra.

SSB Gelora Muda sendiri didirikan oleh Harjani (Alm) pada tahun 1994. Setelah beberapa kali berganti pengurus, Ketua Umum sekarang dipegang oleh Isna Putri, sedangkan untuk Ketua Harian dijabat oleh Aan. Beberapa prestasi yang pernah dicapai antara lain keluar sebagai juara III Piala Kemenpora, Juara 2 Turnamen Askab PSSI Sleman, dan segudang prestasi lain di level lokal maupun regional.

Dalam keterangannya, Isna Putri mengatakan SSB Gelora Muda mempunyai 215 murid, yang terbagi dalam beberapa kelompok umur berdasar tahun kelahiran, yakni 2010, 2009, 2008, 2007, 2006, 2005, dan 2004.

Sedangkan untuk latihan rutin digelar setiap hari Rabu sore, Jumat sore, dan Minggu pagi dengan diampu oleh 1 pelatih kepala, 7 pelatih KU (Kelompok Umur) serta 1 pelatih kiper.

Yanuar, Pelatih Kepala menyatakan bahwa usia dini merupakan pondasi untuk melangkah ke level selanjutnya. “Kami mengembangkan teknik pembelajaran sesuai dengan kisaran umur. Pada usia awal, bukan target juara yang kami kejar, tetapi bagaimana membuat anak- anak nyaman bermain bola dulu. Kemudian mereka diajarkan bagaimana passing, dribling, shoting, dan yang terpenting bagaimana mereka mampu bermain secara tim sehingga pada saatnya nanti, mereka tidak kesulitan untuk beradaptasi di tim manapun mereka bermain,” ujarnya.”

Namun Yanuar berkata bahwa patut dicatat, beban untuk menghasilkan pemain-pemain yang mampu bersaing di event daerah, regional, nasional atau bahkan internasional, tidak akan mampu di tanggung oleh SSB sendirian.

Peran multi stake holder seperti yang dilakukan Pemdes Sinduharjo beberapa waktu lalu dengan cara memberikan bantuan alat pemotong rumput menurutnya sangat berguna dalam rangka menyediakan infrastruktur latihan yang memadai. “Peran yang bisa juga dilakukan oleh pihak swasta sebagai sponsor. Dan tidak lupa, peran strategis Komda PSSI yang profesional sebagai fasilitator kompetisi, regulator dan pembina bagi pengembangan atlet- atlet muda ini,” imbuh pelatih berlisensi C AFC ini. (DHI)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts