Mewarnai Ramadan Produktif dengan Tempera

Puasa tidak menjadi halangan bagi Karang Taruna “Karya Muda Mendiro” untuk tetap produktif. Salah satunya ketika kumpulan pemuda dan pemudi yang mendiami Padukuhan Mendiro, Ngaglik, Sleman tersebut menggelar acara buka bersama dan workshop dengan tema ‘Kolase Bahan-bahan Alami dengan Teknik Tempera’ pada Kamis (6/5/2021).

Wahyu Adi Santosa, seniman lukis yang juga menjadi narasumber pada workshop memeberikan materi mengenai teknik melukis menggunakan Teknik Tempera. Wahyu menyebutkan bahwa tempera sendiri merupakan teknik melukis yang menggabungkan pigmen pewarna dengan bahan pengikat larut air seperti kuning telur sebagai perekat pada media yang kekal, dan cepat kering.

“Teknik tempera ini sendiri banyak ditemukan di benua Eropa, pada awalnya teknik tempera dibuat dengan kanvas tembok kering yang kemudian dilukis dengan cat dan bahan perekat. Puncak kemegahan dari teknik lukisan ini adalah pada zaman Renaisanse sekitar tahun 1200 – 1500 M,” ujar Wahyu.

Setelah penyampaian materi, para peserta kemudian dibimbing untuk melakukan praktik langsung melukis media gerabah dengan menggunakan Teknik Tempera.

Ditemui secara terpisah pada Jumat (7/5/2021), Suwardi, tokoh kepemudaan Padukuhan Mendiro menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh para pemuda tersebut.

Menurut Suwardi, kegiatan ini dapat memupuk kreativitas para generasi muda, terutama yang berada di Yogyakarta.

“Selain dihadiri oleh pemuda-pemudi setempat, kegiatan workhop ini juga melibatkan komunitas seni Getoktular dan perwakilan mahasiswa pecinta seni dari beberapa universitas yang ada di Yogyakarta. Oleh karenanya selain memupuk kreativitas bagi pemuda-pemudi Mendiro, kegiatan ini secara tidak langsung juga ikut melanggengkan persaudaraan berbagai unsur masyarakat yang ada di Yogyakarta,” ungkap Suwardi. (Andhika/KIM Sukoharjo)

Print Friendly, PDF & Email

Related posts