Sleman – Untuk memperkuat jejaring dengan para mitra kerja, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman menggelar temu mitra kerja, Selasa (10/7) di RM Pringsewu Mulungan Mlati Sleman. Hal ini dimaksudkan agar kerjasama dan dukungan yang selama ini telah dijalin dalam mensukseskan pelaksanaan program-program Dinas P3AP2KB Sleman dapat semakin baik lagi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini di sela-sela acara.

Temu mitra kerja dihadiri oleh 250 tamu undangan, mulai dari perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman yang terkait, Gabungan Organisasi Wanita, Forum Anak Sleman, kelompok BKS (BKB, BKR, BKL), organisasi pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, kecamatan, desa, serta prestator.

Dalam kesempatan Kepala Dinas P3P2KB Mafilindati Nuraini juga memanfaatkan acara ini untuk Syawalan dan memberikan kenang-kenangan kepada pegawai yang telah memasuki usia pensiun.

Selanjutnya, Linda menambahkan isu-isu strategis yang berkembang saat ini perlu dijawab dengan kerjasama semua pihak. “Belum optimalnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, masih tingginya angka KDRT tahun 2017 sejumlah 298 kasus dan angka kekerasan non KDRT 173 kasus, tingginya angka kehamilan tidak diinginkan dan angka pernikahan dini tahun 2017 mencapai 92 kasus, tingginya angka pasangan usia subur belum ber KB tahun 2017 mencapai 10,66 %. Untuk menjawab tantangan isu-isu strategis itu membutuhkan bantuan dan kerjasama dari semua mitra di semua tahapan dalam sistem organisasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi,” jabarnya.

Linda menambahkan, kerjasama dengan para mitra yang terjalin selama ini telah banyak membuahkan hasil yang cukup membanggakan antara lain terwujudnya kerjasama dengan berbagai pihak untuk perlindungan dan pemenuhan hak anak yang berhadapan dengan hukum, terbentuknya 17 kecamatan layak anak, 69 desa ramah anak, 70 sekolah ramah anak, 25 puskesmas ramah anak, dan 1 RW ramah anak yakni RW 18 Leles Condongcatur Depok Sleman.

Sementara berbagai prestasi juga berhasil diraih di antaranya predikat Madya dalam KLA tahun 2018 sudah dilakukan penilaian, predikat utama dalam APE Anugerah Parahita Ekapraya juga akan dinilai bulan Agustus, Juara I BKL tingkat Provinsi dan Juara I tingkat Nasional BKL Melati Bangunsari Bangunkerto Turi, Juara I tingkat Provinsi dan Juara II tingkat Nasional promosi KB pasca kelahiran dan keguguran bagi RSUD Prambanan. “Juara I tingkat Provinsi dan Juara III tingkat nasional praktek bidan mandiri atas nama Ibu Kuswatiningsih. Juara tingkat I provinsi dan nominator tingkat nasional petugas penyuluh KB atas nama Dra. Siti Juwariyah. Juara I tingkat Provinsi UPPKS Citra Sari Kaliroso Umbulmartani Ngemplak, Juara I tingkat Provinsi motivator KB pria atas nama Adi Nugrohowati kecamatan Depok,” urai Linda.

Print Friendly, PDF & Email