Musim Kemarau, Waspada Diare dan ISPA

Sleman – Selama periode Januari 1 September 2014, kasus diare di Kabupaten Sleman mencapai 7.617 penderita. Penderita terbanyak dari kalangan usia diatas 5 tahun dengan 5.632 kasus. Sedangkan penderita balita atau dibawah 5 tahun ada 1.994 orang. Dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman, penderita Diare tertinggi berada di Kecamatan Ngemplak dengan 693 kasus. Disusul Kecamatan Depok dengan 612 kasus dan Gamping dengan 610 kasus.

Memasuki musim kemarau, masyarakat juga dihimbau waspada terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Sebab jika tidak segera diantisipasi, ISPA bisa berujung ke Radang Paru atau pneumonia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilinda Nuraini MKes mengatakan hal tersebut dikantornya, Selasa (16/9). Menurutnya, masyarakat dihimbau meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah terkena berbagai penyakit. Apalagi kini sudah masuk musim kemarau, dimana udara menjadi kering danbanyak debu.

“Musim kemarau itu ditandai dengan banyaknya debu. PHBS wajib dilakukan, mengingat virus dapat menular melalui banyak cara. Salah satunya kondisi tangan kita yang tidak bersih. Hal yang perlu diwaspadai, yakni “Pneumonia” karena bisa berujung kematian. Jika sudah terkena ISPA, sebaiknya segera berobat agar tidak semakin parah,” ujarnya.

Linda menambahkan, gejala ISPA biasanya dimulai dengan batuk dan sesak nafas diikuti dengan naiknya suhu badan atau panas. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung antara 2-7 hari. Diare juga harus segera mendapat penanganan, jangan sampai dehidrasi.

“Pastikan mengkonsumsi air yang benar-benar matang. Waspadai juga jajanan pasar yang belum tentu baik kandungan gizinya. Selain itu, pastikan tangan sudah dicuci dengan bersih menggunakan sabun atau cairan disinfektan,” tambah Linda.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts