Budidaya Anggrek Bulan di Temuwuh Balecatur, Peluang Usaha yang Menjanjikan

Sleman — Budidaya tanaman hias tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan. Salah satunya terlihat di Padukuhan Temuwuh, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, yang mengembangkan budidaya anggrek bulan di lahan seluas lebih dari dua hektare.
Lahan tersebut terbagi menjadi tujuh greenhouse yang dilengkapi paranet dan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara serta kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan anggrek. Puluhan ribu tanaman anggrek dibudidayakan secara intensif dengan usia beragam, mulai dari satu bulan hingga siap jual pada usia enam hingga tujuh bulan.
“Kipas ini berfungsi agar sirkulasi udara lancar di dalam greenhouse,” ungkap Diran, salah satu pekerja di kebun pembibitan tersebut, Kamis (22/10/2026).
Perawatan tanaman meliputi penyiraman, pemberian pupuk dan obat, serta pengaturan paparan sinar matahari dan sirkulasi udara. Kebersihan media tanam berbahan cocopeat atau serbuk sabut kelapa juga dijaga untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.
Menurut Diran, hasil panen rata-rata mencapai tanaman dalam sekali panen. Untuk menjaga kesinambungan produksi, tanaman dibudidayakan dalam kelompok usia yang berbeda. Usia jualnya sekitar tujuh bulan, ketika tanaman telah dewasa tetapi belum berbunga.
“Dijual pada usia sekitar 7 bulan. Jadi sudah dewasa tetapi belum berbunga,” lanjutnya.
Kegiatan budidaya ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi sedikitnya 18 karyawan yang terlibat dalam proses pembibitan hingga perawatan tanaman.
Anggrek bulan menjadi salah satu tanaman hias yang diminati karena keindahan bunganya dan masa mekar yang relatif lama. Dengan perawatan intensif serta permintaan dari berbagai wilayah, budidaya anggrek bulan di Temuwuh menjadi salah satu peluang usaha tanaman hias yang berpotensi dikembangkan. (Dwi Ony Raharjo/KIM Pararta Guna Gamping)



