Tentukan Program Kerja, MTP IPHI Kabupaten Sleman Gelar Rakerda

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-2 Majelis Taklim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MTP IPHI) Kabupaten Sleman Masa Bakti 2020-2025 resmi dibuka oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sabtu (12/3/2022) di Unit I Pemda Sleman.

Bupati Sleman dalam sambutannya berharap agar keberadaan MTP dapat mendukung upaya Pemkab Sleman dalam meningkatkan eksistensi kaum muslimah, terutama dalam pembentukan akhlak umat dan peran perempuan dalam pembangunan.

“MTP sebagai sebuah organisasi sosial keagamaan harus berperan aktif dalam mengedukasi dan mencerdaskan umat agar tidak mudah diadu domba dengan menggunakan isu SARA dan dipecah belah. Sesama umat beragama harus saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lainnya, menjaga jalinan silaturahmi dan persudaraan di wiayah Kabupaten Sleman,” jelas Kustini Sri Purnomo.

Sementara itu, Sumarni, Perwakilan Pengurus MTP IPHI Provinsi DIY mengapresiasi Rakerda ini. Berbagai kegiatan yang sudah dilaksanakan, merupakan bukti eksistensi dari MTP IPHI Kabupaten Sleman.

“Dari laporan yang kami terima, saya rasa MTP daerah lain perlu belajar dari MTP Sleman. Di sini lebih maju ” terang Sumarni.

Sementara Ketua IPHI Kabupaten Sleman, Noor Hamid menyampaikan beberapa kegiatan yang merupakan rangkaian agenda peringatan Hari Lahir IPHI yang jatuh setiap tanggal 22 Maret.

“Nanti kita akan menyelenggarakan puncak Harlah, diantaranya santunan kepada anak yatim dhuafa. Untuk itu kami mohon dukungan dari MTP IPHI Kabupaten Sleman agar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut nantinya,” jelas Noor Hamid.

MTP IPHI sendiri merupakan wadah pembinaan perempuan yang merupakan organisasi semi otonom di bawah IPHI. Secara struktur organisasinya ada 5 bidang. Rakerda sendiri membahas program kegiatan melalui sidang komisi di masing-masing bidang. (KIM Depok/Andri




KIM Ngaglik Ingin Kolaborasikan Diseminasi Informasi dengan Sekolah-sekolah

Ngaglik- KIM Kapanewon Ngaglik mengunjungi SMA Negeri 2 Ngaglik, Jumat (11/03/2022). Rombongan yang dipimpin oleh Ketua KIM Kapanewon Ngaglik, Suripto ini bertujuan untuk menjajaki adanya kerja sama dalam hal penyebaran informasi di antara keduanya.

Di hadapan Astuti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat yang menerima rombongan KIM Ngaglik tersebut, Suripto memperkenalkan bahwa salah satu fungsi dari KIM adalah menyebarluaskan informasi positif untuk mengangkat potensi wilayah setempat.

“SMA Negeri 2 Ngaglik merupakan salah satu sekolah unggulan yang memiliki sarana dan prasarana memadai dalam hal diseminasi informasi, di antaranya dengan penggunaan podcast. Dengan podcast tersebut potensi yang dimiliki Kapanewon Ngaglik baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan pembangunan lainnya akan dikenal dan diketahui oleh masyarakat,” kata Suripto.

“Podcast bahkan bisa dipergunakan sebagai media promosi, pemasaran, dan bisnis sehingga nantinya akan berdampak positif bagi kemajuan wilayah setempat. Di samping itu KIM Kapanewon Ngaglik juga membuka peluang dan kesempatan bagi siswa-siswi yang berminat ingin mengembangkan potensi dan keterampilan membuat media cetak atau tertulis dan media elektronik melalui video, serta belajar membuat program televisi berbasis YouTube untuk bergabung di KIM Kapanewon Ngaglik,” imbuhnya lagi.

Astuti, Wakasek Bidang Humas dalam penyambutannya menyampaikan bahwa podcast yang dimiliki oleh SMA Negeri 2 Ngaglik selama ini baru dipergunakan untuk kegiatan internal yang mendukung proses belajar mengajar di saat pandemi seperti sekarang ini yaitu PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh dengan memberikan materi pelajaran yang dirasa sulit dipahami oleh para siswa.

“Ke depannya jika situasi dan kondisi sudah memungkinkan podcast juga dipergunakan untuk menayangkan kegiatan OSIS dan juga untuk memotivasi siswa dengan menghadirkan alumni yang sukses untuk meningkatkan prestasi belajar. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan podcast bisa dipergunakan untuk menyebarluaskan informasi selagi itu membawa manfaat bagi banyak orang,” papar Astuti yang juga sebagai guru Kimia tersebut.

Di akhir kunjungan rombongan KIM Kapanewon Ngaglik diberi kesempatan untuk mencoba peralatan podcast yang ada di SMA yang berada di wilayah Sukoharjo Ngaglik tersebut. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Sekolah Jumat PKK Jogotirto Diresmikan

Berbah – Sekolah Jumat binaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman diresmikan pada Jumat (11/3/2022) di Ruang pertemuan Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah. Sekolah Jumat ini adalah salah satu gagasan yang mulai dikembangkan Tim Penggerak PKK Kalurahan Jogotirt sebagai langkah pemberdayaan di tingkat kalurahan.

Mengambil tema Mengedukasi, Memberdayakan Masyarakat, Herlin Rahmawati, selaku Ketua PKK menuturkan bahwa tujuan Sekolah Jumat adalah memberdayakan, mengedukasi masyarakat agar mandiri dan berdaya,caranya dengan mengadakan pelatihan yang secara teknis akan dilakukan rutin oleh Pokja 2 PKK.

Peresmian tersebut sekaligus dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Stik Daun Jambu Dalhari yang diikuti oleh sekitar 30 peserta ibu-ibu dari perwakilan padukuhan di Jogotirto. “Dengan adanya pemberdayaan wanita melalui berbagai pelatihan tersebut, para ibu rumah tangga memiliki kegiatan yang positif yang tentunya bisa menginspirasi, mendapat ide dan juga menambah penghasilan keluarga mereka,” ungkap Herlin. (Asti/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Sleman Pantau Kesiapsiagaan Relawan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, memimpin apel kesiapsiagaan relawan dalam rangka mitigasi bencana erupsi Merapi, Jumat (11/3/2022), bertempat di Lapangan Kantor Kapanewon Cangkringan. Hal ini adalah tindak lanjut dari peningkatan aktivitas gunung Merapi pada hari Kamis (10/3/2022) dini hari kemarin.

Menurut Kustini kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan dalam rangkan menekan resiko bencana erupsi Merapi. Ia menyebutkan tidak hanya meninjau kesiapan para relawan saja, tapi juga memastikan sarana prasarana pengungsian dan tempat evakuasi bisa berfungsi dengan baik.

“Relawan, panewu, kapolsek, semuanya, saya kira sudah siap semua. Kita menyiapkan barak-barak yang kemarin belum maksimal kita mulai bersihkan kembali,” ujarnya.

Bupati Sleman juga mengapresiasi kesiapsiagaan para relawan di Kapanewon Cangkringan. Ia berharap bisa memotivasi masyarakat lain di Kabupaten Sleman dalam menjaga stabilitas, keamanan dan ketertiban wilayahnya masing-masing di Kabupaten Sleman. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu mengikuti dinamika informasi tentang kondisi Merapi, agar masyrakata tidak panik namun juga tidak abai.

Panewu Cangkringan, Djaka Sumarsono, menyebutkan jumlah relawan di Kapanewon Cangkringan  berjumlah sekitar 150 orang. Para relawan tersebut berasal dari setiap kalurahan di Kapanewon Cangkringan.

Sementara Kepala BPBD Sleman, Makwan, menjelaskan bahwa letusan Merapi kali ini bersifat efusif. Berbeda dengan letusan ekplosif, letusan efusif tidak mengeluarkan ledakan magma, namun hanya meleleh. Dengan begitu, muntahan awan panas ini tidak menyebar, namun meluncur melalui kali Gendol sejauh 5 Kilometer. Meski begitu, ia meminta warga tetap waspada demi menghindari risiko yang lebih besar lagi.

“Tapi apa pun, yang namanya awan panas jangan coba-coba. Kita harus penuhi SOP. Kalo ada bahaya, lebih baik menyingkir lebih dulu,” tuturnya. (Humas Sleman)




Tingkatkan Peran FKDM untuk Deteksi Potensi Konflik Sosial

Sleman – Guna meningkatkan peran tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam upaya deteksi dini dan cegah dini potensi konflik sosial maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kewaspadaan dini yang digelar di Front One Resort Yogyakarta, Kamis (10/3/2022).

Kegiatan yang dibuka Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Hery Sutopo didampingi Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, R. Hery Subagyo dihadiri oleh Komandan Koramil 11/Depok, Mayor (Inf) Nurhadi Suswanto, Kasat Intelkam Kepolisian Resort Sleman, AKP Satrio Arif Wibowo, serta pengurus FKDM tingkat kapanewon wilayah Sleman Timur (Depok, Berbah, Kalasan, Ngemplak, Cangkringan, Pakem, Ngaglik, Turi, dan Prambanan).

Dalam paparan materi sosialisasinya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sleman, Hery Sutopo menggarisbawahi lima hal yang terkait dengan potensi konflik sosial di masyarakat yakni ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

“FKDM di masing-masing kapanewon merupakan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat. Memiliki tugas menjaring, menampung, mengoordinasikan dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman tantangan hambatan dan gangguan di wilayahnya, serta memberikan laporan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan tim kewaspadaan dini di Kapanewon membuat kebijakan,” jelas Hery.

Ia menyontohkan potensi konflik dalam bidang sosial budaya karena masyarakat memiliki karakteristik yang majemuk sehingga dapat terjadi peristiwa bentrok antar warga atau kelompok, penyalahgunaan narkotika, mengonsumsi minuman keras, intolernsi agama, kenakalan remaja, dampak pandemi COVID-19, penambangan pasir, konflik lahan, pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya yang dapat mengganggu kestabilan keamanan di masyarakat.

Atas dasar hal tersebut maka Bakesbangpol Kabupaten Sleman memberikan penguatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia FKDM tingkat kapanewon melalui kegiatan sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah untuk  mendukung  Tim  Kewaspadaan  Dini  Pemerintah Kapanewon dalam  memberikan  laporan  secara  cepat,  tepat dan akurat dalam rangka pendeteksian dini dan dencegahan Dini terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di wilayahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Komandan Koramil 11/Depok, Mayor (Inf) Nurhadi Suswanto, dan Kasat Intelkam Kepolisian Resort Sleman, AKP Satrio Arif Wibowo dalam paparan materinya yang pada intinya aparat pemerintah dan masyarakat baik secara individu maupun kelompok harus bersinergi dengan TNI dan Polri untuk menyampaikan informasi dan upaya kegiatan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dengan melakukan pendeteksian dan pencegahan secara dini terhadap potensi konflik sosial. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)