Bupati Ajak Masyarakat Sleman Sukseskan PORDA dan PEPARDA

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kembali terpilih menjadi Ketua Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kabupaten Sleman periode 2022-2026. Hal tersebut diputuskan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perwosi Kabupaten Sleman, Sabtu (5/3/2022), di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Sebelumnya Kustini juga menjabat sebagai Ketua Perwosi Kabupaten Sleman periode 2018-2022. Pada kepengurusannya kali ini, Kustini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyukseskan gelaran PORDA dan PEPARDA yang akan diselenggarakan di Kabupaten Sleman pada September mendatang.

“Agenda besar yang sudah menanti pengurus Perwosi yang baru adalah menyukseskan PORDA dan PEPARDA Tahun 2022, baik sebagai peserta maupun sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

Ia juga mengajak Perwosi Kabupaten Sleman untuk berupaya meningkatkan perannya dalam pembinaan atlet wanita di Kabupaten Sleman. Diharapkan akan muncul banyak atlet wanita dari Kabupaten Sleman yang mampu meraih prestasi ditingkat nasional maupun internasional.

Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Ketua Umun KONI Sleman, Sukiman Hadiwijoyo, yang sekaligus membuka Muskab tersebut. Senada dengan Kustini, ia juga mengajak PERWOSI Kabupaten Sleman untuk memberi dukungan secara langsung kepada para atlet yang bertanding di PORDA dan PAPERDA dengan langsung datang ke lokasi. Tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang berlaku.

“Pada PORDA sebelumnya yang diadakan di Bantul dan Kota Yogyakarta, Sleman menjadi juara umum. Apalagi sekarang ini diadakan di Sleman, maka kita berusaha Sleman juara umum lagi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut,” ujarnya. (Humas Sleman)




RAPI Sleman Gelar Funbike untuk Kenang Serangan Umum 1 Maret 1949

Dalam rangka memperingati Hari Penegakan Kedaulatan Negara pada 1 Maret lalu, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Sleman menggelar funbike dengan tema Janur Kuning in Memorial, Minggu (6/3/2022). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dengan mengibaskan bendera start, bertempat di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 1500 peserta. Seluruh peserta gowes memulai start dari Stadion Maguwoharjo, lalu bersepeda dengan menempuh jarak 7,5 km, kemudian kembali lagi finish di Stadion Maguwoharjo. Tak hanya gowes, pada acara tersebut juga diadakan senam bersama dengan hadiah doorprize berupa sepeda motor.

Bupati Sleman, Kustini, mengapresiasi RAPI Sleman selaku pihak pelaksana kegiatan tersebut. Diharapkan dengan adanya funbike ini, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebugaran tubuh, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

“Di samping itu, sekaligus untuk mengenang pahlawan-pahlawan kita yang telah merebut serta mempertahankan kemerdekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Sementara Ketua RAPI Sleman, Untung Sukaryadi, menjelaskan bahwa acara funbike ini merupakan representasi dari ekspresi kegembiraan masyarakat Yogyakarta, khususnya Sleman. Sebab, peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terjadi di Yogyakarta telah ditetapkan sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Dikatakan pula bahwa acara tersebut mengusung slogan Dari Jogja, NKRI Tetap Berdaulat.

“Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengenang jasa Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai inisiator Serangan Umum 1 Maret 1949,” jelasnya. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Deklarasikan Generasi Anti Bimbang

Sleman – Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama masyarakat lintas generasi dan lintas organisasi Kabupaten Sleman deklarasikan Gerakan Awasi dan Teliti untuk Tertib Timbangan (Generasi Anti Bimbang). Deklarasi dipimpin langsung oleh Bupati Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (4/3/2022).

Gerakan yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman ini merupakan bentuk nyata peran serta masyarakat lintas generasi dan organisasi yang peduli akan pentingnya perlindungan konsumen dalam setiap transaksi.

“Ini (deklarasi) melibatkan masyarakat Sleman merupakan wujud kepedulian akan pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi khususnya jual beli yang menggunakan alat ukur atau timbangan yang telah bertanda tera sah,” jelas Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi dalam laporannya.

Mae Rusmi menuturkan sebanyak 75 orang perwakilan ikut serta dalam deklarasi ini yang terdiri dari  unsur organisasi wanita, organisasi kepemudaan, unsur pemerintah, dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik diselenggarakannya Deklarasi Generasi Anti Bimbang untuk menyosialisasikan pentingnya mengawasi dan memastikan kebenaran alat ukur, takar dan timbang dalam perdagangan.

“Deklarasi ini menjadi bukti komitmen Pemkab Sleman untuk selalu tertib ukur  dalam upaya memberikan perlindungan bagi konsumen,” katanya.

Menurut Kustini, upaya mengawasi dan mewujudkan tertib ukur dan tertib timbangan harus sinergi dilakukan oleh pemerintah, swasta dan masyarakat selaku konsumen.

“Saya mengimbau kepada UPTD Pelayanan Metrologi Legal untuk melakukan pelayanan tera ulang secara berkala bagi masyarakat maupun melakukan jemput bola di berbagai wilayah,” ujar Kustini.

Selain itu, Kustini menyebut gerakan tertib ukur dan pengusaha agar secara sadar dan tertib melakukan pengukuran.

Setelah melakukan deklarasi bersama, kegiatan ini (Gerakan Anti Bimbang) dilanjutkan dengan kunjungan sosialisasi ke Pasar Kolombo dan Pasar Condongcatur terkait tertib timbangan melalui pelaksanaan tera/tera ulang timbangan yang dimiliki para pedagang. (Humas Sleman)




Pemilihan Dukuh Rejosari Masuki Tahapan Uji Kemampuan

Sleman – Proses pemilihan Dukuh Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah memasuki tahap ujian yang diikuti oleh 12 orang peserta pada Rabu (2/3/2022) di Kompleks Balai Kalurahan Jogotirto, Berbah, Kabupaten Sleman. Ujian merupakan proses lanjutan dari tahapan pemilihan Dukuh Rejosari yang pendaftaraanya telah dibuka pada periode 2-14 Februari 2022 yang lalu.

Ali Rozikin, Sekretaris Panitia Pemilihan Dukuh Rejosari mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2019 ini pada awalnya akan diikuti oleh 13 peserta yang dinyatakan lolos administrasi dari 14 orang yang mendaftar.

Namun saat batas rangkaian ujian dimulai, ternyata ada 1 orang peserta yang tidak bisa mengikuti ujian sehingga peserta ujian hanya 12 orang, di mana sebagian besarnya adalah peserta berusia muda.

“Partisipasi peserta muda sebagai bukti bahwa jabatan pamong adalah sebuah jabatan yang menarik, salah satu hal lain karena pengisian dukuh bukan melalui pemilihan namun melalui tes, sehingga diharapkan proses pengisian dukuh bisa transparan dan terbuka,” ungkap Ali.

Untuk ujiannya sendiri, panitia pemilihan melakukan kerja sama dengan LPPM Universitas Negeri Yogyakarta, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Samsul Hadi, Ketua LPPM UNY mengatakan bahwa Tim Penguji yang diketuai oleh Sudji Munadi telah memiliki parameter yang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga hasi ujian benar-benar menunjukkan kemampuan dari masing-masing peserta.

“Siapapun nanti yang mendapat nilai tertinggi, yang terpilih menjadi dukuh Rejosari. Harapannya peserta lain tidak perlu kecewa karena masih bisa ikut berpartisipasi membangun desa melalui bidang yang lain. Yang harus ditekankan adalah rasa persaudaraan yang harus tetap dijaga,” pesan Samsul Hadi.

Materi ujian sendiri terdiri dari tes psikologi, praktik komputer, ujian tulis, wawancara, serta praktik pidato Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Masing-masing tes tersebut mempunyai bobot penilaian masing-masing yang nantinya akan diakumulasikan, sesuai dengan ketetapan yang sudah ditentukan. Penjumlahan nilai akan dilakukan setelah ujian selesai, dan hasilnya akan diserahkan Tim Penguji kepada panitia.

Dari ujian yang dilakukan, nilai tertinggi didapatkan oleh Muhammad Dalis Kurniawan, dan sesuai peraturan akan menjadi Dukuh Rejosari. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Kalurahan Donoharjo Tuntaskan Penyusunan RPJMKal 2022-2027

Ngaglik – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan adalah dokumen perencanaan kalurahan untuk periode 6 (enam) tahun. Untuk Kalurahan Donoharjo, RPJM periode 2022-2027 terdiri dari kegiatan dengan jumlah total anggaran . . Rata-rata kebutuhan anggaran per tahun sebesar dengan kemampuan anggaran Kalurahan per tahun saat ini sebesar .

“Meskipun kemampuan kalurahan sangat jauh dari besarnya perencanaan tapi jangan pesimis dan pemerintah kalurahan tetap mengakomodir hasil penjaringan di 16 padukuhan,” kata Fajar Krismasto, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Donoharjo saat musyawarah kalurahan penyusunan RPJM Donoharjo periode tahun 2022-2027 di Aula Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (2/3/2022).

Penyusunan RPJM Kalurahan merupakan kewajiban lurah terpilih yang harus disusun paling lambat 3 bulan setelah terlantik. Lurah terpilih, Hadi Rintoko menyatakan bahwa sesuai slogan dan visi misi arah kebijakan, maka tahun-tahun pertama akan fokus pada prioritas penanganan Covid-19 lalu penanganan ekonomi.

“Dukungan Gugus Covid RT, RW, dan masyarakat, jika diuangkan maka jumlahnya 10 kali lebih dari yang diberikan pemerintah. Untuk itu maturnuwun karena tetap guyub rukun dan tidak ada gejolak. Di tahun 2022 sesuai peraturan Presiden kita sudah tentukan anggaran untuk BLT dan penanganan Covid-19. Meskipun sudah sangat besar energi yang kita keluarkan tapi semua masih harus bersabar agar dapat kita lalui bersama,” kata Hadi Rintoko.

Hadi juga melaporkan berhasilnya penyelenggaraan PTSL (pendaftaran tanah sistematis lengkap) tahun 2020 sebanyak 2500 sertifikat dibagikan di masyarakat. Tahun 2021 dibagikan 600 sertifikat, sehingga dari total target 3500 lembar sertifikat di tahun 2020 dan 2021, masih 400 lembar dalam proses penyelesaian. “Targetnya, pada tahun 2021 akan selesai 3500 sertifikat namun terkendala Covid-19. Kita yakin pertengahan tahun ini target akan dapat diselesaikan,” terang Hadi.

Di sektor lain, pada tahun 2027 diharapkan BUMDes Kalurahan Donoharjo eksistensinya diakui pemerintah yang lebih tinggi dan juga oleh luar wilayah dengan mengembangkan sektor pariwisata terintegrasi dengan pengembangan sektor perikanan, pertanian, dan seni budaya masyarakat. Potensi Forum Anak Donoharjo dan Karang Taruna Donoharjo juga diharapkan lebih banyak berperan mengingat teknologi dan komunikasi akan lebih mereka kuasai.

RPJM Kalurahan berisi visi misi dari lurah terpilih yang disampaikan saat kampanye, sehingga seharusnya terimplementasi dengan baik di RPJMKal. Meski demikian Hadi mengakui tidak mungkin seorang Lurah saja bisa menjadikan Donoharjo menjadi baik.

“Tapi jika kompak, ‘golong gilig’ disertai ikhtiar seluruh masyarakat , maka apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Untuk itu, dari awal mari kita rencanakan bersama. Agar eksekusinya jelas, kita kawal bersama-sama dan kita pertanggungjawaban secara profesional,” pungkas Hadi. (Endarwati/KIM Donoharjo)