Bupati Harap Senam Jantung Sehat Menjadi Gaya Hidup Mayarakat Sleman

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, membuka Pelatihan Senam Jantung Sehat Terbaru di Gedung Serbaguna Sleman, sabtu (26/2/2022). Acara yang digagas Komunitas Instruktur Senam Sleman (KISS) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga tersebut mensosialisasikan gerakan senam jantung sehat terbaru kepada para instruktur senam di Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan tersebut Kustini menyampaikan bahwa pelatihan senam jantung sehat sebagai wahana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui senam.

“Saya berharap informasi serta ilmu yang didapat pada kesempatan ini dapat membuka wawasan para peserta, dan dapat disampaikan kepada masyarakat,  bahkan nantinya senam jantung sehat dapat menjadi gaya hidup bagi masyarakat,” jelasnya

Kustini menambahkan di saat pandemi COVID-19 di Kabupaten Sleman mulai mengalami kenaikan,  orang dengan komorbid terutama penyakit kardiovaskular memiliki risiko yang sangat tinggi apabila terpapar karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perburukan bahkan kematian.

“Untuk itu kami mendorong agar upaya promotif preventif terus dilakukan masyarakat untuk menghindari timbulnya masalah kesehatan penyakit kardiovaskular terutama penyakit jantung koroner, salah satunya melalui senam jantung sehat ini,” tambahnya

Ketua KISS, Dwi Susilawati menyampaikan bahwa acara ini adalah ajang silaturahmi para instruktur senam di Kabupaten Sleman sekaligus sosialisasi gerakan senam jantung sehat terbaru.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan senam jantung sehat terbaru dapat segera diterima oleh masyarakat, melalui para instruktur peserta pelatihan ini,” terangnya

Dwi menambahkan bahwa olahraga ataupun senam sebagai gaya hidup harus bisa dilakukan secara konsisten. Melakukan senam 30 menit 3 kali seminggu akan lebih baik daripada senam 1 minggu sekali dengan durasi 60 menit. (Humas Sleman)




Gerakan Tanam Kopi di Lereng Merapi

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Pakualam X melaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Kopi (Gertak) di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sabtu (26/2/2022).

Pelaksanaan kegiatan Gertak ini juga dihadiri secara langsung oleh Direktur tanaman tahunan dan penyegar, Dirjen Perkebunan, Kementrian Pertanian,  Hendratmojo Bagus Hudoro dan disertai dengan penanaman tanaman kopi secara simbolis.

Pada kesempatan tersebut, Direktur tanaman tahunan dan penyegar, Dirjen Perkebunan, Kementrian Pertanian,  Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan bahwa Gertak merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) Direktorat Jenderal Perkebunan yang dilakukan di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, kualitas dan daya saing kopi yang ada di Indonesia.

Selain itu, Hendratmojo menuturkan bahwa pada program Gertak ini juga tidak hanya fokus terhadap kualitas dan produksi kopi saja, namun juga terkait pemasaran dan penguatan kelembagaannya.

“Jadi harus ada konsepsi terintegrasi (pemasarannya) dari hulu ke hilir. Termasuk kelembagaanya ke depan harus kita siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tanaman kopi telah banyak dibudidayakan di wilayah Cangkringan, Turi dan Pakem. Paska letusan Gunung Merapi, upaya pemulihan tanaman kopi terus diupayakan baik oleh Pemerintah Pusat, Daerah maupun Kabupaten.

“Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman juga sudah melakukan upaya perluasan lahan, rehabilitasi tanaman, pengutuhan maupun pengembalian tegakan, pemeliharaan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, serta pengawalan pasca panen kopi. Semua upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktifitas tanaman kopi lereng Merapi,” kata Danang.

Dari upaya tersebut, didapatkan hasil yaitu pada tahun 2020 di Kabupaten Sleman luas lahan budidaya kopi Robusta mencapai 217,19 hektar dan untuk Arabika seluas 36,60 hektar. Sedangkan total luas panen tanaman kopi mencapai 158,28 hektar. Terdiri dari Arabika mencapai 27,14 hektar dan kopi Robusta seluas 131,14 hektar.

“Total produksi kopi Kabupaten Sleman mancapai 754,30 kuintal yang terdiri dari produksi kopi Arabika sebesar 172,63 kuintal  dan kopi Robusta sebesar 581,67 kuintal. Sedangkan untuk produktivitas kopi Arabika sebesar 6,21 kuintal per hektar dan kopi  Robusta sebesar 4,44 kuintal per hektar.” terang Danang.

Lebih lanjut, Danang mengatakan dipilihnya lereng Merapi sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Kopi di Kabupaten Sleman dapat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk berkomitmen mempertahankan dan mengembangkan budidaya kopi lereng Merapi. (Humas Sleman)




Lomba Hampers Untuk Mengangkat Potensi UMKM Seyegan

Sleman – Forkom UMKM Seyegan membuat gebrakan dengan menggelar lomba Hampers di tengah kegiatan Sarjugi (Pasar Jum’at Pagi) yang setiap Jumat pagi dilaksanakan di Pendopo Kapanewon Seyegan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat (25/02/2022) tersebut diikuti oleh 21 anggota Forkom yang menampilkan produk UMKM nya masing masing.

Mengusung tema “belanja produk lokal untuk ekonomi bangkit”, UMKM Seyegan berusaha mencari terobosan dalam memasarkan produk produknya. Sarjugi dan lomba tersebut merupakan strategi yang ditawarkan oleh Forkom untuk mempromosikan produk UMKM.

Marzuni, Ketua Forkom UMKM Seyegan dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba Hampers merupakan rangkaian kegiatan Sarjugi yang dijadikan salah satu model untuk menggugah potensi UMKM Seyegan. “Dari peserta diharapkan dapat mengangkat produknya yang kedepannya akan memberi nilai tambah,” ungkap Marzuni,

Dalam kesempatan itu pula, Marzuni mengucapkan terima kasih kepada sponsor acara yaitu PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil), Pegadaian dan BMT Usaha Mulia Seyegan yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan lomba Hampers tersebut.

Marzuni juga berharap untuk tahun depan dalam even lomba akan mengundang  seluruh anggota UMKM wilayah Seyegan.

Bertindak selaku dewan juri berasal dari unsur Forkom, Sponsor dan Kapanewon. Erly Rahmawati mewakili Tim juri lomba menyampaikan kepada peserta tentang kriteria penilaian lomba yang meliputi produk UMKM, harga ( maksimal seharga 500 ribu rupiah), ukuran display (50x50x50), keanekaragaman muatan lokal, tema produk, keindahan, kerapian, ijin usaha (IPRT, NIB) dan bahan kemasan.

Erly yang mewakili PUPUK juga mengapresiasi kegiatan Forkom UMKM Seyegan yang sejalan dengan misi dari PUPUK yaitu dengan melakukan pendampingan UMKM yang terdampak pandemi. “Sarjugi adalah wujud nyata fasilitasi yang diberikan oleh Forkom dalam membangkitkan perekonomian utamanya kepada pelaku UMKM di wilayah Seyegan,” ungkap Erly.

Pelaksanaan lomba berlangsung selama 45 menit dan pada saat itu juga diumumkan juara lomba Hampers yang mendapat apresiasi berupa Piala dan uang pembinaan.

Dalam acara penyerahan piala dan hadiah lomba, Panewu Anom  Seyegan, Siti Baroroh,  menyampaikan bahwa kegiatan lomba tidak berhenti sampai disini, terus digali strategi pemasaran produk UMKM pada event-event yang lain.

“Sarjugi dan lomba yang diikuti oleh anggota UMKM mempunyai nilai tambah karena untuk produk sendiri sudah cukup baik dan beragam, kalau ada yang perlu ditingkatkan lagi masalah packaging untuk mendukung kualitas dan kuantitas produk,” ujar Siti. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).




BKM Usaha Mandiri Lumbungrejo Gelar Rembug Warga Tahunan

Tempel – Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Usaha Mandiri Lumbungrejo menggelar Rembug Warga Tahunan (RWT) yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kamis (24/2/2022). RWT dihadiri langsung oleh Panewu Anom Tempel, Lurah, beserta Pamong Kalurahan Lumbungrejo.

Dewi Sulastri, Koordinator BKM Usaha Mandiri menuturkan banhwa RWT ini digelar sebagai bentuk kewajiban dari BKM untuk mengadakan RWT setiap tahunnya.

“RWT sebagai wadah melaporkan semua kegiatan selama satu tahun berjalan yaitu meliputi dari kegiatan sosial, fisik, dan ekonomi produktif (pinjaman bergulir) serta melaporkan hasil audit independen,” ungkap Dewi.

Sementara itu, Misbah Alhakim, Lurah Lumbungrejo menyampaikan apresiasinya kepada BKM Usaha Mandiri yang telah eksis dan terus manjaga amanah sejar berdiri pada tahun 2003.

“Untuk itu rencana ke depan dalam usulan program kegiatan Kalurahan BKM kedepanya akan diusahakan untuk diberikan anggaran biaya operasional biar lebih semangat dan nantinya program-program kegiatan BKM bisa sinergi dengan program kalurahan, serta difasilitasi tempat sekretariat untuk layanan KSM,” jelas Misbah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Panewu Anom Tempel, Agung. Menurutnya, BKM Usaha Mandiri memiliki kinerja dan dedikasi yang baik, karena masih tetap eksis walaupun sudah tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Perkembangan kegiatan ekonomi produktif juga bagus karena mencapai angka di atas Rp 900 juta,” tutur Agung.

BKM Usaha Mandiri juga menurut Agung memiliki peranan penting dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kalurahan Lumbungrejo. “Semoga kedepannya BKM bisa lebih eksis dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah kalurahan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Lumbungrejo,” imbuh Agung. (Dewi Sulastri/KIM Tempel)




Wujudkan Stabilitas Keamanan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Sleman – Dalam rangka mewujudkan kondisi stabilitas keamanan di wilayah Kapanewon Gamping yang kondusif dan aman menuju pembangunan yang berkelanjutan, Pemerintah Kapanewon Gamping khususnya Jawatan Keamanan menyelenggarakan rapat kerja (Raker) bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di Ruang Rapat Lantai II Kantor Kapanewon Gamping, Kamis (24/2/2022). 

Raker yang dipimpin oleh Ketua FKDM Kapanewon Gamping, Djoko Purwono ini diikuti sebanyak 21 pengurus yang merupakan perwakilan dari masing-masing kalurahan yang ada di wilayah Kapanewon Gamping.

Dalam sambutan pembukanya, Panewu Gamping, Sarjono, yang didampingi Panewu Anom Gamping, Trisno Sunardi menyambut baik tetap terselenggaranya kegiatan FKDM di Kapanewon Gamping walaupun di tengah pandemi COVID-19 yang terkendala dengan terbatasnya anggaran.

“Peran pemerintah bersama FKDM serta kepedulian masyarakat sekitar sangat diperlukan terkait penanganan potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Informasi yang diperoleh di lapangan dapat dijadikan acuan untuk membuat kebijakan pemerintah,” tegas Sarjono dihadapan peserta raker.

Pencerahan tentang tujuan pembentukan dan ketugasan sebagai pengurus diberikan oleh Sekretaris FKDM Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo dengan mengangkat tema ‘Penanggulangan Pencegahan Terorisme dan Radikalisme’ untuk menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat yang merupakan salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.

“Tindakan penanggulangan dan Pencegahan perlu dilakukan demi terciptanya keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman yang membangun kemampuan dan mengembangkan potensi serta kekuatan masyarakat dalam menangkal, dan mencegah segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat,” ujar Adnan.

Adapun tujuan pembentukan FKDM di Kapanewon Gamping yakni guna membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui upaya deteksi dini terhadap potensi dan kecenderungan ancaman serta gejala atau peristiwa bencana.

Adnan menambahkan perlu adanya peran komunitas dalam hal ini FKDM guna peningkatan kewaspadaan melalui pendekatan kultural yang dilakukan organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat di lingkungannya dalam menciptakan ruang kondusif bagi terciptanya budaya damai dan siaga terhadap gejala radikal terorisme.

Ia juga memberikan tips antisipasi yang dapat diterapkan sebagai tindakan pencegahan diantaranya, mempelajari agama harus secara lengkap dari ahlinya dan kritis walaupun dalam konteks agama agar tidak mudah tersugesti yang merupakan pintu awal perekrutan, menolak dengan tegas jika mulai diajak mengikuti kajian yang sembunyi-sembunyi, mengenali modus perekrutan gerakan radikal, serta berdialog dengan orang lain apabila mendapatkan informasi yang tidak dimengerti. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)