Kapanewon Ngaglik Gelar Musrenbang Tahun 2023

Ngaglik – Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan pemerintah Kapanewon Ngaglik menggelar Musyawarah Rencana Pembanguna (Musrenbang) tingkat Kapanewon di Aula Kapanewon Ngaglik pada Kamis (27/1/2022).

Acara ini dihadiri oleh Panewu Ngaglik, tim dari Bappeda, Danramil, Kapolsek, anggota DPRD Sleman, perwakilan OPD pelaksana, para lurah seKapanewon Ngaglik, Ketua UPTD, Kepala Puskesmas, serta Ketua Lembaga yang berada di Kapanewon Ngaglik.

Siti Wahyu Purwaningsih, Panewu Ngaglik dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan acara rutin tahunan yang digelar di semua kapanewon. Musrenbang ini adalah forum musyawarah untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kapanewon Ngaglik yang sebelumnya telah melalui proses Musrenbang kalurahan. Masukan ini sekaligus sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan kapanewon yang akan diajukan ke pihak berwenang sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah pada tahun 2023.

“Musrenbang kapanewon ini merupakan sarana dan forum dari banyak pihak dalam menentukan prioritas kebijakan pembangunan daerah dan sebagai bentuk komunikasi para pemangku kepentingan dalam mencapai kesepakatan bersama mengenai kegiatan pembangunan pada tahun 2023 mendatang” kata Bu Ning, panggilan akrabnya.

Sementara itu Nunuk Hartati, Kepala Bagian Perekonomian Bappeda Sleman mengatakan bahwa Musrenbang RKPD 2023 memberikan fokus kepada pemulihan kondisi pasca pandemi covid19.

“Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi budaya masyarakat, pertumbuhan ekonomi bahkan minus, pengangguran dan angka kemiskinan meningkat tajam. Untuk itu diperlukan kekompakan dari semua pihak  dalam perencanaan pembangunan agar  bersama kita keluar dari krisis ini,” tambahnya

Nunuk juga menyampaikan pandangannya mengenai tema RKPD pembangunan Sleman 2023 yaitu Meningkatkan Daya Saing dan Perekonomian Rakyat untuk Peningkatan Kesejahteraan masyarakat Sleman, yang menurutnya telah tepat.

“Tema ini merupakan kelanjutan dari program pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat Sleman yang kini semakin membaik,” tuturnya.

Sementara itu, Legislator Timbul Saptawa dan Ani Martanti yang hadir pada Musrenbang tersebut kembali mengingatkan untuk mengutamakan skala prioritas dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat, di samping juga pembangunan infrastruktur pada penyusunan rencana pembangunan, hal ini sangat penting agar pembangunan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Bila rencana prioritas tidak terealisasi bisa diusulkan dan dikomunikasikan kembali ke anggota DPRD Sleman Dapil 2,” kata Ani Martanti.

Kusmiyarto, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Ngaglik selanjutnya memaparkan usulan prioritas pembangunan yang berasal dari Kalurahan, kapanewon, puskesmas , UPTD maupun lembaga yang berada di wilayah kapanewon Ngaglik. (Upik Wahyuni/KIM Donoharjo)




FKIM Sembada Lakukan Audiensi dengan Wakil Bupati Sleman

Sleman – Guna membangun silaturahmi serta bersinergi untuk memajukan dan menguatkan eksistensi Kelompok Informasi Masyarakat dengan pemerintah Kabupaten Sleman maka perwakilan Pengurus Harian Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Sleman di Ruang Rapat Wakil Bupati Sleman, Kamis (27/1/2022) siang.

Kegiatan diikuti oleh Ketua Forum KIM Sembada, H. Suripto didampingi Sekretaris, Adnan Iman Nurtjahjo beserta jajaran pengurus lainnya. Turut mengawal audiensi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Purwati bersama Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Noor Hidayati ZP.

Rombongan pengurus FKIM Sembada yang berjumlah 8 orang disambut langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mafilindati Nuraini dan Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sleman, R. Budi Pramono.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyambut baik adanya audiensi dari Forum KIM Sembada ini. Dirinya berharap KIM nantinya dapat membantu pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Sleman, melalui program promosi maupun edukasi bagi pengelola usaha untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka mengembangkan usahanya.

“UMKM merupakan struktur ekonomi terkuat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 saat ini. Dengan adanya KIM di 17 kapanewon dapat menginisiasi adanya kegiatan pasar rakyat minggu pagi sebagai wadah untuk berpromosi dan memasarkan produk usahanya,” harap Danang Maharsa.

Kesempatan bertatap muka dengan Wakil Bupati ini dimanfaatkan oleh Ketua Forum KIM Sembada, H. Suripto menyampaikan keberadaan KIM di wilayah Kabupaten Sleman dan mengajukan permohonan peminjaman tempat sebagai kantor sekretariat Forum KIM Sembada untuk mewadahi penataan dan pengelolaan kegiatan administrasi dalam menjalankan organisasi agar tertata dengan baik.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sleman, R. Budi Pramono bahwa sebagai mitra pemerintah peran kelompok informasi masyarakat sangat penting bagi pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, KIM memiliki potensi yang luar biasa dan manfaat nyata bagi Pemerintah Kabupaten Sleman sehingga perlu adanya transfer informasi yang lebih efektif untuk membumikan program pemerintah.

“KIM sebagai mediator komunikasi dan informasi pemerintah dan pembangunan di wilayah Kabupaten sleman secara timbal balik dan berkesinambungan maka KIM harus di’openi’ oleh pemerintah agar transfer informasi pembangunan bagi masyarakat dalam hal kecepatan dan ketepatan dapat tercapai,” ungkap R. Pramono menutup pembicaraannya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Kapanewon Berbah Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2023

Berbah – Kapanewon Berbah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2023 di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Sleman, Kamis (27/1/2022). Musrenbang ini dihadiri langsung oleh Panewu dan Panewu Anom Berbah, perwakilan Bappeda Sleman, anggota DPRD Sleman, DLHK Sleman, Kapolsek Berbah, Danramil Berbah, UPT, Lurah se-Kapanewon Berbah, Ulu-ulu, serta perwakilan lembaga-lembaga yang berada di Kapanewon Berbah.

Musrenbang dipimpin oleh Kepala Jawatan Praja Berbah, Ari Wibowo, dan mengambil tema Meningkatkan Daya Saing dan Perekonomiaan Rakyat untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sleman.

Panewu Berbah, Rohmiyanto mengatakan bahwa Kapanewon Berbah saat mengalami kenaikan angka kemiskinan dan pengangguran akibat pandemi COVID-19.

“Harapannya, kondisi seperti ini akan segera teratasi dengan penguatan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terbukti bisa bertahan dalam situasi pandemi,” ujar Rohmiyanto.

Pada kesempatan yang sama, Dona saputra Ginting, Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman memaparkan  mengenai Rencana Pembangunan Jangkauan Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sleman tahun 2021 – 2026 dengan misi Terwujudnya Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong.

“Berbah yang memiliki potensi wisata akan lebih banyak menerima pembangunan sarana prasarana menjadikan Berbah sebagai wilayah Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT). Juga Berbah akan tumbuh sebagai bagian Sleman bagian timur diproyeksikan menjadi kawasan zona industri,” ungkap Dona.

Sementara itu, Susilo Nugroho, Anggota DPRD Sleman mengingatkan akan terjadi perubahan yang besar di wilayah Berbah akibat dari pembangunan Jalan Tol. “Harapannya pemerintah dan masyarakat Berbah bisa menyesuaikan, menangkap peluang akibat pembangunan Jalan Tol tersebut,” ujarnya. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)




Pemkab Sleman Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng Kemasan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Operasi Pasar Minyak Goreng Kemasan pada Rabu dan Kamis, 26-27 Januari 2022 di Kantor Kapanewon Sleman. Pada operasi ini, disediakan 396 Liter minyak goreng kemasan dengan harga Rp , – per liternya untuk masyarakat kurang mampu di 5 Kalurahan se Kapanewon Sleman.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menjelaskan operasi tersebut diselenggarakan menyikapi tingginya harga minyak goreng selama beberapa bulan terakhir. Tingginya harga minyak goreng ini merupakan dampak dari kenaikan harga CPO (Crude Palm Oil) di tingkat internasional.

Menurutnya, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan kebijakan one price untuk minyak goreng kemasan pada harga Rp , – yang diawali di tingkat ritel modern. Ritel ini berada di jaringan distribusi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

“Tentu saja baru sebagian masyarakat yang berada di wilayah perkotaan dan dekat dengan ritel modern tersebut yang bisa mengakses minyak goreng dengan harga murah,” ujar Danang saat memantau operasi pasar minyak goreng kemasan di Kantor Kapanewon Sleman, Kamis (27/1/2022).

Danang mengatakan operasi pasar ini dilakukan agar masyarakat yang belum bisa mengakses minyak goreng dengan harga murah di ritel modern tetap bisa membeli dengan harga murah, terutama bagi masyarakat kurang mampu. 

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan berbelanja seperlunya. Harapannya kebijakan ini akan berlanjut hingga harga minyak goreng terkendali,” tambahnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menyampaikan pada pelaksanaan operasi pasar minyak goreng di Kabupaten Sleman total disalurkan sebanyak 572 karton dengan isi per karton 12 kemasan 1 liter.

Adapun pembagian alokasi minyak goreng ini yaitu 200 karton dialokasikan untuk masyarakat kurang mampu di Kapanewon Prambanan, Seyegan, Tempel, Sleman, Turi dan Cangkringan. Sebanyak 150 karton di alokasikan untuk UMKM dan distribusinya dikoordinir oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.

“Sisanya yaitu sebanyak 222 karton akan didistribusikan melalui Paguyuban Ritel Sleman (PRS) Merapi yang merupakan asosiasi pengusaha ritel lokal yang tersebar di 17 Kapanewon,” kata Mae.

Sementara itu Winarni, warga Pisangan, Tridadi, Sleman mengaku operasi pasar minyak goreng kemasan ini sangat membantu warga masyarakat khususnya yang kurang mampu. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut hingga harga minyak dapat kembali stabil. “Alhamdulillah terbantu dengan operasi pasar minyak goreng kemasan ini, di luar harga minyak goreng Rp sampai per liternya. Semoga bisa berlanjut sampai harga minyak goreng kembali stabil,” kata Winarni. (Humas Sleman)




Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, Kesbangpol Sleman Gelar Rakor dengan FKDM

Sleman – Untuk menambah kewasapadaan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman melalu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman tahun 2022 di Bangsal Pagelaran RM Puri Mataram, Drono, Tridadi, Sleman, Rabu (26/1/2022). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kesbangpol Sleman, Hery Sutopo.

Dalam sambutannya, Hery mengatakan bahwa dirinya mengarpesiasi kerja sama yang dilakukan oleh FKDM di Sleman bersama Kesbangpol, sesuai dengan pedoman Permendagri nomor 12 tahun 2006, Perda Kabupaten Sleman nomor 9 tahun 2009, Perbup Sleman nomor 51 tahun 2009, dan SK Bupati Sleman nomor KDH/A/2019.

Berdasarkan peraturan tersebut, FKDM memiliki tugas untuk memonitoring, mencegah, dan mengantisipasi konflik sosial yang akan terjadi. “Semua sudah dilakukan dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab bapak ibu semua selaku pengurusn FKDM Kapanewon. Kita rasakan bersama situasi kondusif di Kabupaten Sleman,” jelas Hery.

Sementara itu, Saridjan, Ketua FKDM Sleman mengatakan bahwa setiap anggota FKDM memang bertugas untuk mendukung pemerintah, khususnya untuk ketentraman dan ketertiban warga masyarkat di lingkungan masing-masing.

“Melakukan identifikasi ATHG, yaitu Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan yang terjadi di lingkungan kita,” imbuh Saridjan.

Untuk tahun 2021, FKDM Sleman menurut Saridjan telah bekerja dengan baik sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. “Ada beberapa kapanewon yang sudah melaporkan dan menyerahkan rekomendasi ke pemerintah, baik kapanewon dan kabupaten, sesuai dengan tugas dan fungsi ketugasan FKDM,” kata Saridjan. (Djoko/KIM Gamping)