Komunitas Pecinta L300 Berikan Bantuan Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin

Komunitas Pecinta L300 Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 14/12/2021 mengadakan bakti sosial berupa bantuan air bersih kepada masyarakat Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.

Rombongan sebanyak 33 armada L300 masing-masing membawa bak air dengan kapasitas liter dan dua tangki kapasitas liter yang diberikan secara simbolis kepada Carik Glagaharjo, Joko Purwanto, di halaman Balai Kalurahan Glagaharjo.

“Bantuan akan langsung kami salurkan kepada masyarakat Singlar dan Jetis Suruh, baik untuk kepentingan keluarga maupun masjid-masjid,” imbuh Joko.

Salah satu anggota komunitas yang tidak menyebutkan namanya menuturkan bahwa komunitas tersebut berasal dari wilayah se-DIY dan sepakat untuk melaksanakan bakti sosial berupa pemberian bantuan air bersih.

Kegiatan tersebut merupakan wujud simpati dan empati anggota terhadap saudara-saudara di Glagaharjo yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih akibat rusaknya jaringan. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




TRC RAPI Sleman Gelar Pelatihan Upaya Pemantapan Antisipasi Bencana

Kabupaten Sleman secara geografis memiliki potensi kebencanaan dari keberadaan Gunung Merapi, baik potensi letusan gunung maupun banjir lahar dingin hingga potensi pohon tumbang, puting beliung, kebakaran, dan tanah longsor.

Didorong kondisi tersebut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah 05 Sleman, mengadakan Pelatihan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan pada Minggu (12/12/2021) di Kantor Sekretariat RAPI Sleman.

Pelatihan diikuti oleh 61 peserta dari perwakilan anggota RAPI tiap kapanewon di Sleman dengan menghadirkan pelatih dari TNI Angkatan Laut, Pusdalops BPBD, Basarnas, dan Pengurus RAPI DIY. 

”Menjadi anggota TRC IKB tidak bisa hanya bermodal semangat dan tekad saja, tapi perlu peningkatan kompetensi dalam ketugasan dalam membantu masyarakat khususnya dalam bidang kebencanaan, baik itu bencana alam, bencana sosial, ataupun bencana kesehatan seperti pandemi COVID-19,” ujar Untung Sukaryadi JZ12XUS, Ketua RAPI Sleman.

Menurut Untung, struktur organisasi RAPI Sleman yang terdiri dari beragam divisi harus dapat menjadi faktor pendorong para pengurus untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kesiapsiagaan anggota.

Di sisi lain, Nurdi Antoro selaku Ketua RAPI DIY mengharapkan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas dan kompetensi tersebut dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan teknis saat nanti bekerja sama dengan instansi dalam hal membantu komunikasi kebencanaan.

”Selain itu, personil satuan tugas nantinya akan mampu mengerjakan suatu asesmen dan penanganan saat terjadi bencana,” lanjut Nurdi.

Nurdi menambahkan bahwa di era komunikasi ini, sangat penting memberikan komunikasi yang terpadu, tepat, dan akurat untuk mendukung kelancaran penanganan sebuah kejadian. Diperlukan kemampuan pendataan dan pelaporan yang baik dari para anggota agar tidak menimbulkan kepanikan maupun kegelisahan di masyarakat ketika terjadi suatu bencana.

Imbuhnya lagi, TRC adalah satuan tugas onderbouw RAPI DIY, yang potensi anggotanya dipersiapkan untuk suatu kondisi respon cepat, baik suatu kejadian darurat kebencanaan maupun kejadian kemasyarakatan. (IP. Iswara)




PDM Sleman Salurkan Air Bersih Pasca Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi

Sleman – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)/Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) menyalurkan bantuan air bersih pascabanjir lahar dingin Gunung Merapi di Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Banjir lahar dingin mengakibatkan putusnya pipa saluran air bersih di Kali Bebeng pada 1 Desember 2021 lalu. Akibatnya jiwa mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari – hari. Hal tersebut disampaikan Ketua LPB Sleman, Muh. Fauzan Yakhsya saat droping air bersih, Minggu (12/12/2021).

Yakhsya mengatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengirimkan 3 truk tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan penduduk, namun bantuan dirasa belum memenuhi kebutuhan air bersih di 8 dusun terdampak.

Oleh karena itu, LPB Sleman mengirimkan  3 buah water tank dan 1 truk tangki untuk 3 dusun yang mengalami krisis air bersih. Kebutuhan water tank di wilayah terdampak diperkirakan mencapai 38 unit, sementara di lokasi baru 28 unit water tank yang sudah disebar di masing-masing RT.

“Harapannya droping air bersih ini bisa membantu kebutuhan air warga Cangkringan sambil menunggu perbaikan saluran air bersih yang terdampak lahar dingin Merapi  oleh Pemda Sleman,” kata Yakhsya.




Museum Terbuka-Bakalan Diresmikan

Museum Terbuka-Bakalan di Volcanic Park Bakalan, Argomulyo, Cangkringan telah diresmikan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Sabtu (11/12/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Panewu Cangkringan, beserta Muspika serta Lurah Argomulyo.

Dalam sambutannya, Kustini Sri Purnomo berharap Museum Terbuka-Bakalan dapat menjadi destinasi wisata edukasi kegunungapian di Yogyakarta.

“Saya harap Museum Terbuka-Bakalan juga bisa menjadi saksi sejarah erupsi Merapi tahun 2010,” ujar Kustini.

Selain itu, sebanyak 50 Duta Keistimewaan turut hadir dalam acara peresmian tersebut dengan harapan dapat mempromosikan Museum Terbuka-Bakalan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Sleman.

Suparmono, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Museum Terbuka-Bakalan mulai dibangun pada tahun 2017 yang diawali dengan pembebasan tanah seluas meter persegi dan dilanjutkan pembangunannya sampai tahun 2021 dan menghabiskan biaya Rp5,01 milyar.

Museum Terbuka-Bakalan sendiri merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sleman yang dalam pengelolaannya akan bekerja sama dengan BUMDes Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan. (Mujiyanta/KIM Cangkringan)




Peringati Hari Jadi, Kalurahan Condongcatur Gelar Porkal Badminton

Pekan Olahraga Kalurahan (Porkal) Condongcatur Cabang Badminton Putra dan Putri dengan tema “Condongcatur Hebat” telah dilaksanakan tanggal 8 hingga 12 Desember 2021 di GOR Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Porkal cabang badminton tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kalurahan Condongcatur yang ke-75 dan diikuti tim badminton dari 18 padukuhan se-Kalurahan Condongcatur.

Dalam penutupan Porkal pada Minggu (12/12/2021), Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan bahwa semua padukuhan telah berpartisipasi dan berjuang dengan penuh semangat.

“Semua hebat, tetapi dalam sebuah pertandingan adalah hal biasa menang atau kalah hanya soal waktu. Di lain kesempatan, pasti akan bergantian menjadi juara seiring proses latihan dan persiapan yang matang,” imbuhnya. (Wasana/KIM Depok)