Bazar UMKM Upaya Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi

Forum Komunikasi (Forkom) UMKM Jogotirto dan Kalitirto menggelar senam massal dan bazar UMKM pada Minggu (12/12/2021) di Pesiraman Opak, Padukuhan Tanjungtirto, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah.

Produk yang ditawarkan UMKM kedua kalurahan tersebut cukup beragam, mulai dari berbagai makanan basah kering, minuman, pakaian, bantal, hingga aksesoris. Selain itu, juga dilakukan aksi kemanusian oleh relawan Kalitirto berupa pengumpulan donasi untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Maryoto, Ketua UMKM Jogomukti, Jogotirto, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi ruang kepada pelaku usaha yang mengalami penurunan penghasilan di masa pandemi.

Selain itu, Dwi Astuti Setya Ningrum selaku Ketua UMKM Kalitirto menyebutkan bahwa kegiatan senam dan bazar produk juga bertujuan untuk lebih mengenalkan wisata baru Pesiraman yang harapan bisa menjadi destinasi wisata andalan Kalurahan Kalitirto.

Dalam sambutannya, Lurah Kalitirto, Arihadi, menyampaikan dukungannya terhadap segala kegiatan UMKM di Berbah.

“Harapan ke depan dapat menggandeng lebih banyak pelaku UMKM di Kapanewon Berbah,” imbuhnya. (Kusnadi KIM Tirto Gumregah Berbah)




Pemenuhan Hak-Hak Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal

Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, orang tua mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam hal perlindungan kepada anak, mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak.

Selain itu, orang tua juga bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya serta mencegah terjadinya perkawinan pada usia dini anak dan memberikan pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak.

Dengan kata lain, orang tua merupakan sosok yang paling dekat dengan sang anak dalam keseharian dan secara langsung memantau pertumbuhan fisik dan psikis serta memantau pergaulan anak.

Hal itu disampaikan ketua KIM Kapanewon Kalasan, Tri Joko Saptono, dalam Sarasehan Menyongsong Peringatan Hari Ibu Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh PKK Padukuhan Tamanan, Tamanmartani, Kapanewon Kalasan pada Minggu (12/12/2021).

“Kewajiban dan tanggung jawab orang tua adalah untuk pemenuhan hak-hak anak, termasuk tidak melakukan diskriminasi dan kekerasan terhadap anak,” lanjutnya.

Menurutnya, selain orang tua, masyarakat juga diharapkan memberikan ruang dan kesempatan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Ciptakan suasana pergaulan yang baik, beri kesempatan dan ruang bermain yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Dukuh Tamanan, Hasto Sriwibowo, meminta PKK bersama lembaga yang lain seperti KKLPMD, pemuda, takmir masjid, secara bahu membahu memberikan bimbingan kepada orang tua dan anak serta memonitor perkembangan belajar bagi anak juga mengantisipasi terjadinya kenakalan anak dan remaja.

Ketua PKK Tamanan, Wahyu Widayati, menuturkan bahwa Peringatan Hari Ibu telah menjadi program rutin mengingat bahwa selama ini anak-anak sudah terlibat dalam banyak kegiatan sesuai dengan usianya dalam rangka melatih tanggung jawab. (Tri Joko S/KIM Kalasan)




Ansor Banser Gamping Galang Dana Bagi Korban Erupsi Semeru

Sleman – Sebagai wujud kepedulian terhadap para korban bencana alam akibat erupsi Gunung Semeru maka Keluarga Besar Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor bersama Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kapanewon Gamping menggalang dana dari masyarakat di Perempatan Ringroad Barat Demakidjo, Gamping, Sleman, Minggu (12/12/2021).

Ketua Satkoryon Banser Gamping, M. Munif Hasim mengatakan aksi solidaritas sosial diikuti oleh 20 personil yang bertujuan untuk meringankan penderitaan warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Sebagai bentuk rasa kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara yang ada di daerah Lumajang dan sekitarnya yang terdampak erupsi Gunung Semeru maka keluarga GP Ansor dan Banser Kapanewon Gamping berupaya mengumpulkan dana bagi mereka yang dapat digunakan selama masa tanggap bencana,” kata Munif.

Menurut Munif, seluruh dana yang diperoleh dari aksi sosial tersebut akan diberikan kepada warga korban erupsi Gunung Semeru melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Uama Kabupaten Sleman. “Sedangkan dana yang terkumpul setelah 5 jam penggalangan dana sebanyak rupiah,” tutup Munif. KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping/Adnan Nurtjahjo




Seimbangkan Kesehatan Rohani dan Jasmani Lewat Pengajian Ahad Pagi

Gamping – Guna menyeimbangkan kesehatan rohani dan kesehatan jasmani di kalangan masyarakat sekitar maka Rumah Sehat Cokrowijayan Sleman (RSCS) menyelenggarakan pengajian ahad pagi dan konsultasi kesehatan gratis di Pendopo Kakandhangan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Minggu (12/12/2021). Pengajian bertajuk “Sehat Rohani Jasmani” (Seroja) diikuti oleh Komunitas Kekandhangan Banyuraden bersama ibu-ibu yang berdomisili di wilayah Banyuraden.

Dalam tausiahnya, Pendiri RSCS, Bambang Edi Susyanto menyampaikan kesehatan rohani sama pentingnya dengan kesehatan jasmani. Dikarenakan keduanya saling berkaitan dan melengkapi, sehingga semua orang wajib menjaganya.

“Kita tidak cukup hanya hidup sehat secara fisik, melainkan perlu sehat rohani juga karena hal tersebut merupakan kunci kesehatan seseorang yang memiliki akal dan pikiran agar memiliki hati yang tenang dan nyaman dalam kehidupannya,” tutur  Bambang.

Bambang mengungkapkan bahwa untuk mencapai sehat rohani salah satunya dapat dilakukan dengan beramal saleh menolong orang lain tanpa mengharap imbalan apapun. Menurutnya, untuk melakukan perbuatan baik perlu adanya kreatifitas sesuai yang terkandung dalam Surat Al-Maidah ayat 35 yang menyatakan bahwa orang yang beriman agar bertakwa kepada Allah dan mencari wasilah atau jalan yang paling tepat untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjuang di jalan-Nya agar beruntung.

Bambang menjelaskan bahwa ayat tersebut memerintahkan orang mukmin untuk bertakwa dan melakukan perbuatan baik terhadap orang lain. Karena dengan melakukan kebaikan dan membantu orang yang membutuhkan akan menjadikan seorang mukmin lebih beruntung ketika di dunia maupun di akhirat nanti.

“Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengontrol diri dengan menjaga secara ketat terhadap segala hal yang berpotensi melanggar ketentuan agama, serta selalu kreatif mencari cara dalam berbuat kebaikan terhadap orang lain yang membutuhkan pertolongan kita,” pungkas Bambang. KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping/Adnan Nurtjahjo




Bupati Sleman: Alun-alun Sleman Akan Ditutup Saat Malam Tahun Baru

Sleman – Pemerintah resmi menerbitkan aturan terbaru terkait pengetatan libur Natal dan Tahun Baru 2022. Aturan tersebut dituangkan dalam Instruksi  Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021.

Salah satu poin yang tertera dalam Inmendagri tersebut adalah menutup semua alun-alun pada 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022.

Menanggapi hal itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan pihaknya akan mengikuti arahan dalam Inmendagri. Menurutnya, dalam menghadapi momentum yang berpotensi menimbulkan kerumunan, harus mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Yang kita upayakan sampai saat ini kerangka besar dan jelas dalam upaya meniadakan kerumunan. Selain dengan pembatasan orang di suatu tempat, tentu keberadaan tempat umum yang berpotensi keramaian juga harus diatur, seperti alun-alun. Dan setiap tahun baru, alun-alun selalu jadi magnet untuk masyarakat berkumpul,” ucap Kustini saat dikonfirmasi, Sabtu (11/12/2021).

Kustini menegaskan akan menutup alun-alun sesuai dengan aturan yang ada. Langkah itu diambil agar tidak menjadi tempat berkumpulnya orang saat perayaan Tahun Baru.

“Alun-alun Sleman di Denggung, lapangan Pemda termasuk beberapa tempat yang berpotensi keramaian lainnya akan ditutup. Nanti akan diatur dalam Inbup dan akan ada pantauan petugas gabungan untuk memastikan tidak ada kerumunan,” kata Kustini.

Penutupan tersebut nantinya hanya dilakukan satu malam saja yakni pada saat pergantian tahun. Meski begitu, tidak ada larangan bagi pedagang kaki lima di kawasan Alun-alun Sleman untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Ditutup hanya satu malam saja. Karena hari-hari biasa tidak akan begitu ramai, kecuali saat malam tahun baru. Pedagang yang biasanya berjualan di shelter tetap boleh buka,” terang Kustini.

Dilanjutkan Kustini, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat menahan diri untuk tidak keluar rumah pada saat perayaan tahun baru.

“Kami imbau agar masyarakat tidak kemana-mana saat malam tahun baru. Rayakan malam pergantian tahun baru bersama keluarga saja,” tambah Kustini. (Humas Sleman)