Pemkab Sleman Gelar Operasi Bersama BKC Tembakau Ilegal

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar Operasi Bersama Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Hasil Tembakau bersama tim gabungan dari Bea Cukai, Kodim Sleman, Polres Sleman, Datasemen Polisi Militer, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada Selasa (9/11/2021). Operasi dilaksanakan di wilayah Kapanewon Depok dan Berbah khususnya untuk toko ritel tembakau

Menurut keterangan Citra, Kepala Subbagian Perekonomian Sekretariat Daerah Sleman, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 7/ tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau.

“Tujuan (operasi bersama) adalah untuk melakukan pengawasan dan mendukung penegakan hukum atas barang kena cukai hasil tembakau ilegal oleh bea cukai, dan memberikan pemahaman terkait ketentuan cukai hasil tembakau kepada masyarakat,” ungkap Citra.

Operasi yang dilakukan menyasar BKC hasil tembakau ilegal memiliki indikator antara lain tanpa pita cukai, pita cukai bekas dan palsu, salah peruntukkan (tidak sesuai golongan dan ketentuan) dan salah personalisasi (tidak sesuai kode pita cukai).

Sementara itu, Fungsional Penyidik Bea Cukai DIY, Depdika mengatakan bahwa sasaran utama dalam operasi bersama ini adalah tembakau iris (TIS). Menurutnya, tembakau iris yang saat ini marak beredar di DIY wajib memiliki pita cukai, terutama yang sudah dikemas dengan volume tertentu dan memiliki merek.

“Kecuali tembakau yang dijual secara tradisional serta tidak dikemas untuk penjualan eceran,” jelas Depdika.

Dari operasi yang dilakukan, Depdika mengatakan bahwa dirinya bersama tim yang bertugas mendapati total 45 kemasan tembakau iris yang tidak memiliki pita cuka (polos). “Semua (temuan) kemudian ditegah untuk dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, terutama bagi para penjual tembakau iris untuk dapat mematuhi peraturan dan ketentuan dalam menjual tembakau secara legal. “Boleh menjual tembakau iris dengan catatan sesuai dengan peraturan, harus berpita cukai,” ujar Depdika.




WiFi Sleman untuk Sesarengan

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar peluncuran logo program Free WiFi Sleman dan penyerahan hadiah Lomba Logo Free WiFi Sleman di Lobi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (8/11/2021). Peluncuran ditandai dengan dengan penyerahan logo Free WiFi Sleman oleh Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro kepada Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro mengatakan bahwa logo Free WiFi Sleman ini merupakan hasil dari lomba dengan tema ‘WiFi Sleman untuk Sesarengan’ yang telah diselenggarakan oleh Diskominfo Sleman pada tanggal 1 hingga 17 Oktober 2021 lalu.

“Ini merupakan bagian dari upaya-upaya penggalian ide dan sentuhan seni guna menghasilkan bentuk desain yang unik, memiliki ciri khas, dan mudah diingat sehingga akan terus melekat di masyarakat Sleman,” ungkap Eka.

Ia juga menyampaikan bahwa lomba desain logo ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam kebersamaan membangun Sleman melalui branding program free WiFi padukuhan.

“Dengan adanya lomba logo ini, diharapkan dapat mempromosikan Sleman melalui logo wifi Sleman, dan memberikan kesempatan warga masyarakat untuk terlibat dalam mendukung program wifi Sleman,” tambah Eka.  

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik peluncuruan logo wifi Sleman ini. Menurutnya, logo tersebut merupakan bentuk branding bagi Kabupaten Sleman dalam menyediakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakatnya. “Terlebih lagi pada saat ini ketersediaan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi, termasuk jaringan wifi merupakan sebuah kebutuhan,” ujarnya.

Kustini juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat Sleman yang telah ikut serta dalam lomba Desain Logo WiFi Sleman yang digagas Diskominfo Sleman ini. Hal tersebut menurut Kustini akan membangun kesadaran masyarakat dan mampu menumbuhkembangkan ide, gagasan, serta kreativitas.

Ia juga berharap logo yang diluncurkan ini dapat menjadi ikon Pemkab Sleman dalam menyediakan fasilitas komunikasi dan informasi bagi masyarakatnya.

“Dan fasilitasi wifi ini dapat dimanfaatkan secara positif oleh masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman, lahir maupun batin,” tambah Kustini.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan hadiah lomba Desain Logo Free WiFi Sleman oleh Bupati kepada para pemenang, yaitu Restu Harkat Wicaksono yang berhasil meraih desain terbaik pertama, Lukmanul Hakim Fatah sebagai desain terbaik kedua, dan Sidiq Ratmintoko sebagai desain terbaik ketiga. (Rep Tsalsa)




Sehat Rohani dan Jasmani Sebagai Wujud Keseimbangan Hidup

Gamping – Dalam rangka memberikan sumbangsihnya di bidang kesehatan bagi masyarakat, Rumah Sehat Cokrowijayan Sleman (RSCS) menyelenggarakan kegiatan Sanja Kekadangan bertajuk Sehat Rohani Jasmani (Seroja) yang dilaksanakan di halaman Sekretariat RSCS Banyuraden, Minggu (7/11/2021) dan disiarkan langsung melalui Facebook dan Youtube untuk mengurangi kerumunan.

Sanja Kekadangan tentang kesehatan yang dipandu oleh Ketua KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo menghadirkan Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Bambang Edi Susyanto sekaligus penanggung jawab RSCS Banyuraden yang mengupas materi tentang beberapa aktivitas penting paska bangun tidur guna pemeliharaan kesehatan sehari-hari.

Berdasarkan keterangan dr. Bambang Edi, setiap bangun tidur semua orang dianjurkan melakukan beberapa hal untuk menghindari terjadinya perubahan tekanan darah secara mendadak karena perubahan posisi tubuh seperti hipertensi postural, maupun sebaliknya hipotensi postural. Ketidakseimbangan tubuh dapat mengakibatkan seseorang terjatuh atau pun pingsan. Karenanya, Ia menyarankan untuk berdoa setelah bangun tidur yang merupakan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah usia yang diberikan serta menumbuhkan aura positif di pagi hari.

“Menjaga kondisi badan supaya tetap seimbang akan menyebabkan kualitas hidup menjadi lebih baik, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Untuk mencapai hidup yang seimbang wajib menjaga kesehatan jasmani dan rohani,” tutur dr. Bambang.

Tips sehat rohani jasmani yang selanjutnya yaitu menerapkan pola hidup yang bersih karena dengan selalu menjaga pola hidup yang bersih dan sehat akan terhindar dari berbagai penyakit sehingga menjadi umat yang sehat dan kuat, termasuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sesuai anjuran dari pemerintah.

Yang tidak kalah penting adalah segala hal dalam kehidupan tidak berlebihan karena dalam ajaran agama juga dianjurkan untuk hidup secukupnya, selain itu Allah SWT melarang setiap muslim hidup berlebihan. Sehingga seseorang akan lebih mudah merasa bersyukur dan mengingat keberadaan dirinya yang tidak kekal di dunia ini.

Di akhir perbincangannya, dr. Bambang berpesan bahwa kesehatan rohani menjadi kunci penentu kesehatan seseorang yang merupakan kesehatan jiwa manusia yang memiliki akal dan pikiran sehingga pikiran dan hati menjadi tenang sekaligus nyaman. Sedangkan kesehatan jasmani akan menjadikan organ tubuh manusia dalam keadaan normal dan stabil.

“Dengan berdzikir kita merasa aman dan dekat dengan Allah SWT, serta yakin akan selalu dilindungi sehingga pikiran kita akan merasa tenang dan rileks,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Tunjukan Potensi Lokal, Bangukerto Gelar Merti Desa

Bangunkerto – Kalurahan Bangunkerto menggelar Merti Desa dan Gelar Potensi Desa Mandiri Budaya pada Minggu (7/11/2021) di Balai Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai potensi budaya, UMKM, dan pentas kesenian dari 17 padukuhan yang ada di Kalurahan Bangunkerto.

Bangunkerto sendiri termasuk salah satu Desa Mandiri Budaya di Kabupaten Sleman. Carik Bangunkerto, Priyo Purnomo menuturkan bahwa Desa Mandiri Budaya merupakan desa (kalurahan) yang mengakomodasi potensi-potensi lokal yang ada di kalurahan, dan mengintegrasikan dan menyinergikan keempat hal pilar yaitu Desa Budaya, Desa Wisata, Desea Preneur, dan Desa Prima.

“Keempat pilar tersebut diintegrasikan dalam rangka Desa Mandiri Budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Lurah Bangunkerto, Rahman Widyanto berharap kegiatan yang digelar memanfaatkan dana keistimewaan ini dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat Bangunkerto. “Sehingga masyarakat Bangunkerto dapat lebih sejahtera maju dan mandiri,” imbuh Rahman.

Kegiata Merti Desa dan Gelar Desa Mandiri Budaya sendiri ditandai dengan kirab bregodo dan pentas seni yang juga disiarkan langsung secara live streaming di kanal Youtube Kalurahan Bangunkerto. (Arief Hartanto)  




Jaga Kesehatan Pamong, Kalurahan Condongcatur Rutin Gelar Posbindu

Condongcatur – Sebagai bentuk Monitoring dan Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Terintegrasi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Depok II menggelar Pos Binaan Terpadu (Posbindu) di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (8/11/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh para Pamong dan Staf Kalurahan Condongcatur ini menyediakan pelayanan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, timbang berat badan, dan pengukuran lingkar perut.

Kepala Puskesmas Depok II, Sri Mujianto mengatakan bahwa Posbindu ini dilakukan sebagai skrining PTM yang dimulai dari diri sendiri, untuk mengetahui faktor risiko penyakint agar nantinya dapat diintervensi.

“Melalui modifikasi perilaku, konseling, dan edukasi, serta melakukan rujukan bagi individu beresiko tinggi yang memerlukan layanan pengobatan lebih lanjut,” ujar Sri Mujianto.

Sementara itu, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menuturkan bahwa Posbindu ini rutin dilakukan setiap 3 bulan agar para pamong kalurahan dapat memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat. “Pengecekan kesehatan rutin perlu dilakukan, dan Posbindu ini dilakukan bekerja sama dengan Puskesmas Depok II,” ungkapnya. (Wasana/KIM Depok)