Tingkatkan Kapasitas Pokdarwis, Kalurahan Margoluwih Studi Tiru ke Pantai Congot

Seyegan – Pengelola Pariwisata Kalurahan Margoluwih bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Wisata selama 2 hari berturut-turut, yaitu Senin (22/11/2021) dan Selasa (23/11/2021). Kegiatan diadakan dengan dua konsep, yaitu kegiatan dalam kelas di Gubuk Klengkeng Desa Wisata Cibuk Kidul Margoluwih dan luar kelas di Pokdarwis Pantai Congot Kabupaten Kulon Progo.
Pada hari pertama, peningkatan kapasitas diisi dengan penjelasan kebijakan Dinpar dalam pengembangan kepariwisataan, pembentukan pokdarwis, dan manajemen pengelolaan dan produk desa wisata. Sementar untuk hari kedua, kegiatan luar kelas diisi dengan studi tiru Pokdarwis Pantai Congot yang dipilih karena pengembangannya dilakukan dengan partisipasi dan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah kalurahan.
Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Dinpar Sleman, Muhari mengatakan bahwa studi tiru ini dilakukan untuk menindaklanjuti penerapan Peraturan Gubernur no. 40/2020.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar Purdiana, Ketua Pokdarwis Congot memaparkan mengenai sejarah pembentukan Pokdarwis yang didirikan pada tahun 2011 tersebut. Pokdarwis Congot dibentuk dari multi sektor yaitu pelaku seni, UMKM, pertanian, kelompok wanita, PKK, dan karang taruna. “Baru menjadi lembaga pada tahun 2015 dengan dilakukanya restrukturisasi dan juga mendapatkan SK Kepala Desa,” jelas Fajar.
Fajar menuturkan, modal dasar yang harus dipunyai untuk menjalankan pariwisata adalah komitmen bersama semua pamong yang ada di kalurahan. “Dibutuhkan strategi dalam mengemas dan memasarkan potensi pariwisata yang dipunyai,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, tantangan terbesar ke depan yang dihadapi adalah wisata Pantai Congot berdampingan dengan Bandara Internasional sehingga diperlukan peningkatan kapasitas bagi pengelolanya yang memulai menjual wisata alamnya, seperti wisata hutan mangrove yang juga bisa dimanfaatkan sebagai mitigasi bencana dalam pelestarian lingkungan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



