Condongcatur Gelar Muskal RPKMKal Tahun 2022-2027

Condongcatur – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) tahun 2022 -2027 di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (16/11/2021).
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengatakan bahwa dalam 6 tahun ke depan, pembangunan di Kalurahan Condongcatur, baik itu fisik maupun nonfisik akan dilakukan berbasih RW. “Dengan dukuh sebagai manajer tentunya mengetahuo secara detail usulan dan perencanaan di wilayah masing-masing,” ujar Reno.
Ia pun berharap terciptanya sinergi dan kerja sama yang baik dari semua pihak, sehingga pembangunan dilakukan dengan baik, dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.
“Semua rencana itu bagus, tetapi lebih baik jika semua rencana dapat direalisasikan dengan anggaran dan pembiayaan yang tepat, sehingga tidak ada kesalahan dan kerugian ataupun penyelewengan anggaran,” ujar Reno.
Reno menekankan mengenai ketepatan penggunaan anggaran ini karena Pemerintah Kalurahan Condongcatur selama 6 tahun terakhir telah membuktikan bahwa tidak ada sedikitpun penyelewengan anggaran, baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten.
“Berkat kerja sama yang baik dari semuanya. 6 tahun ke depan, kita lanjutkan program-program di tingkat RW, sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuh Reno.
Sementara itu, Panewu Depok, Subagya dalam meminta RPJMKal yang mau disusun nantinya memuat visi dan misi lurah, dan segala sesuatu yang dikerjakan selama memimpin kalurahan.
“Dokumen RPJMKal menjadi penting sebagai alat bantu dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan kalurahan, agar tidak melenceng dari garis-garis yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan pembangunan yang diatur dalam Permendagri nomor 114 tahun 2014,” jelas Subagya.
Dalam pemaparan RPJMKal tahun 2022-2027 sendiri, sub bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga akan tetap menjadi fokus perhatian. Untuk bidang kebudayaan nantinya juga akan dilakukakan pembinaan kelompok kesenian religi, modern, tradisional, serta pembinaan dan kegiatan pemberdayaan lainnya, seperti Pembinaan Posyandu, Kader Kesehatan, Jumantik, Pencegahan Stunting, Penguatan Satgas Ramah Anak, dan Satgas P4GN.
Sementara untuk pembangunan fisik, ada beberapa program yang menjadi prioritas, seperti pengaspalan jalan, talud, paving blok, drainase, pembangunan sarana dan prasaranan olahraga, serta balai pertemuan warga. (Wasana/KIM Depok)



