Forkom UMKM di Sleman Gelar Bazar UMKM dan Senam Sehat

Sleman –

Sebagai bentuk dukungan kepada UMKM untuk bangkit kembali di masa pandemi ini, Forum Komunikasi UMKM di Kabupaten Sleman menggelar Bazar UMKM dan Senam Sehat, di Lokasi Wisata Lava Bantal, Kapanewon Berbah, Sabtu (4/12/2021). Acara yang diagendakan akan dilakukan secara rutin setiap akhir pekan ini dikemas dengan kegiatan senam berasama, sambil menikmati suguhan hasil UMKM di Kapanewon Berbah.

Panewu Berbah, Wildan Solichin mengatakan kegiatan ini penting dilakukan agar dapat memulihkan ekonomi yang terdampak akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. “Tetapi tetap harus prokes,” ungkapnya.

Sementara itu, Ardi Sehami, Ketua Forkom UMKM Berbah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk UMKM agar dapat terus melanjutkan roda perekonomian.

Ia berharap UMKM dapat terus semangat dalam memulihkan kondisi, dan dapat bertahan di tengah pandemi ini, terutama dalam tahapan PPKM yang telah turun menjadi level 2.

“Para pelaku usaha UMKM dapat terus bergerak menghidupkan kembali destinasi wisata terutama di Lava Bantal sebagai salah satu daya tarik wisatawan di Berbah dan juga mulai merintis sinergi dan terus memantapkan kualitas produknya, saling bertukar informasi terkait peluang pasar tentunya pelaku UMKM juga harus melek digital meningkatkan penjualan online,” ujarnya. (Arief Hartanto)




Buka Mini Turnamen Sepak Bola, Bupati Harap Masa Depan Sepakbola Sleman Cerah

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka Mini Turnamen Sepak Bola Tirta Yudha Cup U-12 dan Coaching Clinic di Lapangan Kadisono, Tegaltirto, Berbah, Minggu (5/12/2021). Pembukaan turnamen ditandai dengan penyerahan bola kepada wasit.

Mini Turnamen ini diikuti oleh 8 tim perwakilan dari padukuhan yang ada di Tegaltirto. Hadir pula dalam acara ini Anggota DPRD Sleman Susilo Nugroho, Panewu Berbah dan Lurah Tegaltirto.

Dalam sambutannya, Kustini berharap melalui event mini turnamen ini, prestasi sepakbola di Sleman di masa mendatang akan semakin lebih baik. Tidak tertutup kemungkinan bahwa melalui event ini dapat mencetak atlet sepak bola yang bertaraf internasional.

“Keberhasilan pembinaan atlet-atlet kita tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana latihan, namun juga kesempatan untuk bertanding dan berkompetisi,” ujar Kustini.

Ia juga berpesan kepada para peserta mini turnamen tersebut yang notabene masih usia pelajar, untuk tidak terlena terhadap tugas pokoknya sebagai pelajar. Menurutnya, meskipun hobi bermain bola memberikan peluang prestasi dan profesi yang menjanjikan, anak-anak tetap harus pandai mengatur waktu antara hobi bermain bola dengan belajar agar tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik.

“Jangan sampai hobi main sepakbola ini menjadi penghalang bagi kalian untuk mengejar prestasi akademik di sekolah,” ucapnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Tegaltirto sekaligus perwakilan perwakilan mini turnamen, Fajar Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pemain-pemain sepakbola muda berbakat dari Tegaltirto. Selain mengadakan turnamen, pihaknya juga berkomitmen untuk menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana yang mumpuni.

“Karang Taruna Tegaltirto juga telah melakukan studi tiru untuk pengelolaan lapangan Kadisono ini ke Kepuharjo Sport Center,” kata Fajar.

Lebih lanjut ia mengapresiasi perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sleman atas diselenggarakannya mini turnamen ini. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sleman bisa kembali memberikan dukungan untuk kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Dukung Turgo Asri dalam Upaya Mitigasi Bencana

Sleman – Komunitas Turgo Asri yang berada di Kaliwanglu, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem menggelar kegiatan HUT ke-18 pada Minggu (5/12/2021). Kegiatan yang mengusung tema Tanggap Tangguh Bersama Turgo Asri, Tumandang Ora Kudu Kondang tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.

Ketua umum Turgo Asri, Andi Supriyadi, menyebutkan bahwa Turgo Asri sudah ada sejak tahun 2003 lalu. Turgo Asri, lanjutnya, berkomitmen untuk membantu stakeholder untuk melakukan mitigasi dalam rangka mengurangi risiko bencana. Ia juga mengatakan bahwa Turgo Asri juga mempunyai emergency frequency di MHz.

“Namun saat ini kita terkendala kurangnya alat komunikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini, menyebutkan pihaknya mendukung penuh kegiatan Turgo Asri untuk membantu pemerintah dalam melakukan mitigasi bencana, khususnya erupsi Merapi. Menurut Kustini mitigasi bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun harus ada kolaborasi dari berbagai unsur.

“Karena memang Sleman ini daerah rawan bencana. Maka perlu kerja sama dari semua lini,” kata Kustini.

Lebih lanjut Kustini mengatakan pihaknya siap membantu memfasilitasi komunitas Turgo Asri, salah satunya dalam hal perangkat komunikasi. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kominfo siap mendukung perbaikan perangkat komunikasi yang dibutuhkan oleh komunitas Turgo Asri. Hadir pula pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Sleman, Panewu Pakem, Lurah Hargobinangun dan Lurah Harjobinangun.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan potong tumpeng oleh Bupati Sleman yg diserahkan kepada Ketua Umum Turgo Asri. (Humas Sleman)




Bupati Harap LDII Sleman Dapat Revitalisasi Dakwah di Masyarakat

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo harapkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman lakukan revitalisasi dakwah Islam di era globalisasi ini. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Daerah Ke VIII LDII DPD LDII Kabupaten Sleman tahun 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (5/12/2021).

Kustini mengatakan, sebagai lembaga yang mengoordinir organisasi dakwah yang ada di masyarakat, LDII memiliki peranan penting dalam melakukan perubahan, serta inovasi di bidang di era globalisasi ini dihadapkan dilemma positif dan negatif dari dampak media sosial (medsos).

“Sehingga sangat penting pengurus organisasi LDII bersama-sama menjaga anak bangsa dengan memfilter dan membina dari kerusakan moral, seperti halnya banyak menghiasi medsos,” ujarnya.

Menurutnya, peran organisasi agama dan kemasyarakatan sangat diperlukan untuk saling menguatkan. Termasuk dalam antisipasi penanganan maknya narkoba, klithih dan semacamnya, bahkan saat ini ujian pandemi COVID-19.

“Saya berharap, pada musda kali ini, LDII dapat merumuskan rencana kerja kedepan dengan didasari oleh masalah-masalah yang ada. Sehingga dengan kepengurusan yang baru LDII dapat mengoptimalkan peran lembaga dakwah in,” kata Kustini.

Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman, Anji Sujiman menyampaikan Musda ke VIII tersebut mengambil tema mewujudkan generasi emas profesional, religius dan berbudaya untuk mendukung visi misi Kabupaten Sleman sebagai rumah kita bersama. “DPD LDII Kabupaten Sleman dalam peran sertanya membantu program-program pemerintah senantiasa konsisten melakukan amal nyata melalui upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan religius,” jelasnya.

Menurutnya peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut  dilakukan melalui dakwah bil hal dan bil qalam agar tersedia sumber daya manusia yang mampu berkiprah di era digital dan demokrasi. Yaitu sumber daya manusia yang memiliki kualitas keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana jiwa dan semangat yang terkandung dalam AD/ART serta peraturan organisasi LDII. (Humas Sleman)




Bupati Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Lahar Hujan Gunung Merapi

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan Gunung Merapi. Keputusan tersebut diambil guna menindaklanjuti kejadian lahar hujan yang menerjang pada Rabu (1/12/2021) lalu.

Kejadian alam tersebut, mengakibatkan dampak kerusakan pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai gunung Merapi yang dimanfaatkan warga di empat kalurahan.

“Kita tetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan gunung Merapi sebagai upaya cepat untuk langkah penanganan,” kata Kustini saat dikonfirmasi di Sekretariat Daerah Sleman, Sabtu (4/12/2021).

Dituturkan Kustini, dirinya telah menetapkan keputusan tersebut melalui Keputusan Bupati Sleman nomor 72/ tentang tanggap darurat bencana lahar hujan gunung Merapi.

Status tanggap darurat tersebut ditetapkan per tanggal 2 Desember hingga 15 Desember mendatang. Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar hujan.

Dengan adanya keputusan tersebut, Kustini berharap dapat mempercepat penanganan bencana di Bumi Sembada. Nantinya, perbaikan jaringan air bersih yang rusak bakal menggunakan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kebutuhan yang digunakan berapa. Saat ini masih dihitung untuk kebutuhan riilnya,” terang Kustini.

Terkait kebutuhan air bersih warga, Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman telah melakukan droping air di beberapa titik. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air yang agar kembali bisa digunakan.

“Droping air sudah dilakukan di Kalurahan Hargobinangun, Umbulharjo dan Glagaharjo. Kebanyakan warga di tempat itu mendapatkan air bersih dari jaringan pipa yang rusak itu,” tambah Kustini.

Kustini juga meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar dingin Gunung Merapi.

“Untuk sementara jangan mendekat ke sungai-sungai di lereng Merapi sampai situasi benar-benar aman,” pungkas Kustini. (Humas Sleman)