Peringati HUT ke-22, Dharma Wanita Sleman Perkenalkan Senam Sleman Bangkit

Sleman – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menyelenggarakan acara Senam Bersama untuk memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita yang ke 22 di Gedung Olahraga Tridadi Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman pada Jumat (3/12/2021).

Mila Harjo Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman mengatakan bahwa senam ini adalah kesempatan untuk berolahraga bersama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pengurus dharma wanita. Setelah sekian lamanya tidak berolahraga bersama akibat pandemi covid-19.

“Olahraga senam ini agar kita bisa bergabung dengan banyak orang dan banyak manfaatnya”. Imbuh Mila Harjo.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang berkesempatan ikut serta dalam senam tersebut menuturkan bahwa kegiatan ini sekaligus untuk memperkenalkan Senam Sleman Bangkit milik Kabupaten Sleman yang baru diperkenalkan pada November 2021.

“Agar nantinya Senam Sleman Bangkit ini menjadi senam kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman,” kata Kustini.

Kustini juga menambahkan agar masyarakat Kabupaten Sleman bisa berolahraga dan menjaga kesehatan, salah satunya dengan melakukan senam yang murah meriah. (Rep Tsaltsa)




UPK PNPM Sleman Gelar Pertemuan Bahas BUMDesma

Sleman – Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) se-Kabupaten Sleman menggelar kegiatan peningkatan kapasitas anggota selama 2 hari dari Kamis (2/12/2021) hingga Jumat (3/12/2021) di D’Kaliurang Resort, Pakem, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membedah Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Transformasi Pengelolaan Kegiatan Dana Pemberdayaan Masyarakat (DBM) PNPM MPd menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Ketua Asosiasi UPK, Yoni Afrizal Rahman mengatakan bahwa kegiatan ini lebih difokuskan untuk mencari solusi terbaik dalam menyikapi transformasi yang terjadi. “Bagaimana tanggapan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah DIY terkait dengan terbitnya Permendes nomor 15 ini,” ujar Yoni.

Sementara itu, Sungkawati Budi Rahayu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Asosiasi UPK Sleman dalam menanggapi Permendes Nomor 15 tahun 2021.

“UPK sudah bergerak dengan mandiri untuk proses transformasi. Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung proses transformasi,” imbuhnya.

Pelaksanaan bedah Permendes No. 15 tahun 2021 ini dibagi menjadi 4 sesi pada hari pertama, dan 2 sesi pada hari kedua. (Yoko Erwe/KIM Mlati)




Bappeda Sleman Sosialisasikan RAD Kependudukan Periode 2021-2026

Sleman – Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sosialisasi dan Diskusi Rencana Aksi Daerah Kependudukan Kabupaten Sleman Tahun 2021-2026 pada hari Rabu (1/12/2021) di Aula Pangripta Bappeda Kabupaten Sleman.

Sosialisasi dan diskusi ini diselenggarakan pasca selesainya penyusunan dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Dokumen tersebut kemudian harus disampaikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga provinsi.

RAD Kependudukan yang menjadi pembahasan dalam sosialisasi dan diskusi adalah mengenai Pengendalian Kuantitas Penduduk, Peningkatan Kualitas Penduduk, Pembangunan Keluarga, Penataan Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk, dan Penataan Administrasi Kependudukan.

“Dengan RAD Kependudukan yang telah disusun nanti bakal ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan atau peraturan gubernur. Dan sebagai dasar untuk program ke depannya bisa tercapai,” ucap Kepala Bidang Pememerintah dan Sumber Daya Manusia Bappeda Sleman Heribertus Riswidodo.

Sosialisasi kemudian diisi dengan diskusi dan juga sesi tanya jawab. (Rep Tsaltsa)




Tingkatkan Keamanan Masyarakat, Kapanewon Ngaglik Bentuk FKDM

Ngaglik – Pemerintah Kapanewon Ngaglik menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kapanewon di Aula Lantai 2 Kapanewon Ngaglik pada Rabu (1/12/2021).

Panewu Ngaglik, Agung Indarto menggarisbawahi mengenai pentingnya masyarakat untuk memahami kewaspadaan dini. Menurutnya, kewaspadaan dini adalah upaya yang dilakukan untuk menangkal segala potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) dengan meningkatkan pendeteksian dan pencegahan secara dini.

“Upaya pencegahan ATHG ini yang dibuktikan dapat membahayakan keselamatan bangsa, keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah NKRI yang menjadi tugas FKDM di semua tingakatan,” paparnya.

Kepala Jawatan Keamanan Ngaglik, Tugiman, menurutkan bahwa kegiatan ini diadakan dalam membentuk FKDM Kapanewon Ngaglik periode 2022-2025. Dari hasil pertemuan, didapatkan hasil sebagai ketua adalah Suyitno.

“FKDM adalah sebagai wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat,” jelas Tugiman.

Keanggotaanya terdiri dari berbagai unsur masyarakat, seperti organisasi kemasyarakatan, tenaga pendidik, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan elemen lainnya.

“Tugas FKDM tingat kapanewon adalah untuk menjaring, menampung, mengoordinasikan, dan mengomunikasikan data serta informasi dari masyarakat mengenai potensi ATHG. Selain itu, juga bertugas memberikan laporan, informasi, dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan tim kewaspadaan dini pemerintah daerah dan kapanewon,” terang Tugiman.

Sehingga, Tugiman berharap FKDM dapat dibentuk hingga ke lingkup yang berdekatan langsung dengan masyrakat, bahkan hingga tingkat kapanewon. (Srp/KIM Ngaglik)




Kelompok Pengelola Wisata Kapanewon Depok Ikuti Bimtek Pengelolaan Destinasi Wisata

Sebanyak lima kelompok pengelola wisata di Kapanewon Depok mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Destinasi Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada Senin (29/11/2021) hingga Selasa (30/11/2021) di Gedung Sasana Anglocita Tama Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Sleman.

Pelaksanaan bimtek dikemas dengan 2 metode, yaitu metode ceramah di kelas pada hari pertama dan metode kunjungan lapangan di hari kedua. Kunjungan lapangan yang dikemas dengan studi orientasi mengambil lokasi wisata Kalisuci di Padukuhan Jetis, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.

“Dari lima kelompok pengelola destinasi wisata yang ada di Kapanewon Depok ini, ada dua rintisan desa wisata yaitu Green Kayen dan Ekowisata Nologaten, semuanya masih pemula. Untuk itulah kedatangan kami ke Kalisuci ini untuk menimba ilmu dan sharing serta membangun jejaring dengan Pokdarwis yang ada di Kalisuci,” terang Muhari, Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas SDM dan Kelembagaan, Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Supriyanto, menuturkan bahwa sektor pariwisata ini menjadi sektor andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bersama dengan potensi sub sektor ekonomi kreatif lainnya yaitu seni pertunjukan, kriya atau kerajinan dan kuliner, pariwisata berdampak pada menurunnya tingkat kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul.

“Untuk itu diperlukan skema industri pariwisata dengan pengelolaan administrasi yang bagus, profesional, pengembangan yang masif, dan tata kelola mengadopsi industri,” jelas Supriyanto.

Sementara itu, pengelolaan wisata minat khusus ini tak lepas dari campur tangan Pemerintah Kalurahan. Di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Kalurahan menggandeng dua objek wisata lainnya yaitu Goa/Luweng Jomblang dan Telaga Jonge.

“Kami memfasilitasi pelatihan bagi pokdarwis dan sertifikasi pemandu wisata. Selain itu, juga memfasilitasi pembangunan sarpras pendukung seperti akses jalan masuk,” terang Suhadi, Lurah Pacarejo.

Ketua Pokdarwis Kalisuci, Muslam Winarta, menuturkan bahwa wisata ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan objek wisata lainnya.

“Kalisuci merupakan sungai di permukaan dan di gua. Kemudian masuk lagi di bawah tanah, dan berakhir di Pantai Baron. Wisata ini hanya ada tiga di dunia, yaitu di Meksiko, Selandia Baru, dan di Indonesia adanya di Kalisuci ini,” jelas Muslam. (Andri Afriyanto/KIM Depok)